Dua Orang Warga Glagaharjo Sleman DiIsolasi

KBRN, Sleman : Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Desa Glagaharjo Kecamatan Cangkringan Sleman melakukan isolasi terhadap Dua orang dari Bekasi Jawa Barat di Gedung PNPM di Desa setempat.

Ketua Tim Gugus tugas Penanggulangan Covid 19 yang juga Pejabat Sementara Pjs Kepala Desa Glagaharjo Tri Wiyono,  mengatakan, dua orang yang di isolasi mulai hari ini Minggu (10/5/20) di gedung PNPM di Desa Glagaharjo tersebut yakni warga dari Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman  yakni atas nama MN 21 tahun Perempuan dan warga dari Desa Tamanmartani Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman atas nama ST 19 tahun perempuan, karena mereka bekerja di Bekasi Jawa Barat terkena PHK dari perusahaannya selama 1 bulan dan ingin pulang kampung.

Dikatakan, dua orang yang di isolasi di sediakan fasilitas oleh pemerintah Desa Glagaharjo di gedung PNPM Desa Glagaharjo. "Pemerintah desa menyediakan fasilitas tersebut karena  di rumah dua orang tersebut tidak bisa menyediakan tempat isolasi mandiri karena tidak ada fasilitas, di samping itu warga dukuh juga agak keberatan kalau pendatang itu langsung ke rumah, maka kami putuskan untuk mengadakan isolasi yang tempatnya di fasilitasi oleh pemerintah desa selama 14 hari, setelah menjalani karantina selama 14  hari mereka di perbolehkan pulang kerumahnya masing masing tetapi sesuai standar Protokol Kesehatan,” ungkapnya. 

Dijelaskan, setelah dilakukan isolasi selama 14 hari nantinya mereka akan diberi surat  keterangan dari puskesmas bahwa sudah melaksanakan isolasi di desa, sehingga nanti warga masyarakat bisa menerima keberadaan kedua orang tersebut. Saat ini kondisi mereka sudah kami periksa,  mereka juga membawa surat sehat dari dokter yang ada di Bekasi.

Lebih lanjut Tri Wiyono menjelaskan, untuk sementara ini gedung Balai Desa Glaharjo menyediakan 3 kamar tidur, dan  dalam perkembangan akan dilakukan penambahan di sebelah selatan karena masih longgar dan cukup untuk dibuatkan bilik kamar.

Mereka yang melakukan isolasi tetap di awasi dan pemerintah desa sudah  menyusun jadwal jaga piket dengan melibatkan elemen masyarakat yang ada di desa Glagaharjo.

Ia menambahkan, ada aturan-aturan bagi warga yang menengok dengan menerapkan standar protokol kesehatan sesuai dengan apa yang di anjurkan oleh pemerintah, seperti di sekitar tempat yang digunakan untuk isolasi diberi garis police line dan disediakan meja untuk tempat meletakkan barang titipan dan bagi keluarga yang  menjenguk dibatasi dengan jarak paling tidak minimal 2 meter untuk komunikasi.

Sementara itu. Wakil ketua dua Tim Gugus Tugas Covid 19 Desa Glagaharjo Sutarno mengungkapkan,  pihaknya juga sering melakukan sosialiasi keliling ke kampung-kampung Desa Glagaharjo untuk memberikan himbauan kepada masyarakat agar saling memberitahukan informasi mungkin  ada keluarganya yang merantau agar dihimbau untuk sementara waktu tetap di perantauan  untukmenjaga keselamatan semuanya.(yon/ryt)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00