Terus Kebut Vaksinasi, BIN DIY Beri Warning Soal Lonjakan Covid19

KBRN, Gunungkidul: Pemerintah Republik Indonesia memprediksi ancaman varian omicorn covid19 memuncak pada pertengahan Februari hingga Maret. Hal ini kemudian menjadi kewaspadaan semua pihak tak terkecuali satgas covid19 dan Badan Intelejen Negara di wilayah Kabupaten Gunungkidul. 

Perwakilan BIN DIY di Gunungkidul, Eko Susilo mengatakan, meski saat ini dinamika covid masih tetap melandai dan kasus omicron belum ditemukan di kabupaten Gunungkidul, namun pihaknya telah mengingatkan ke semua pihak untuk tidak mengendorkan sikap waspada. Termasuk pada kedisiplinan protokol kesehatan. 

“Kasus Covid di Gunungkidul masih terkendali. Dua pekan setelah Nataru hanya ada 7 kasus terkonfirmasi. Namun jika melihat waktu kejadian yang hanya terjadi dalam seminggu terakhir, ini menjadi warning. Selain waspada, kita juga harus siaga”, kata Eko saat menggelar vaksinasi di Puskesmas Wonosari I, Kamis (20/1/2022). 

Sebagaimana dilaporkan satgas covid19 pusat, dalam sepekan terakhir, secara nasional terjadi peningkatan kasus covid19 cukup signifikan. Sementara terkait kasus omicron, lebih dari 750 kasus telah ditemukan. 155 kasus di antaranya berasal dari transmisi lokal. Sehingga dengan kejadian tersebut, pemerintah melalui Satgas Covid kembali melakukan kebijakan pengetatan. 

“Hasil Ratas Presiden 16 Januari, dalam seminggu terakhir terjadi 779 kasus Covid perhari, atau meningkat 80 persen, dengan kasus aktif 40,88 persen dari minggu sebelumnya. Sekali lagi Ini warning bagi semua daerah. Apalagi temuan Omicron juga naik. Dan sebagian sudah terjadi melalui transmisi lokal," tambah Eko. 

Beberapa langkah yang harus dilakukan, merujuk pada keputusan pemerintah, adalah memastikan berjalannya protokol kesehatan (Prokes), percepatan vaksinasi, dan pengetatan mobilitas warga.

”Hari ini dan seterusnya kita lakukan akselerasi vaksinasi. Anak anak yang mulai PTM, masyarakat rentan, dan booster harus diakselerasi bersama sama’, terang Eko. 

Selain vaksinasi, tambah Eko, pengawasan ketat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, operasi Dalwasgab taat Prokes, dan pemberlakuan kembali bekerja dari rumah atau pembatasan kerja di kantor sedang dupayakan kembali. 

“Pengawasan PTM, pemberlakuan WFH dan WFO di perkantoran pemerintah, hingga operasai Dalwas diharapkan kembali diberlakukan guna memastikan gelombang Omicron tidak terjadi dan menimbulkan dampak serius," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar