Sleman Belum Ditemukan Varian Omicron

Dokter Khamidah Yuliani

KBRN, Sleman :  Covid-19  Varian Omicron hingga kini belum masuk ke Kabupaten Sleman.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dr. Khamidah Yuliati,  dari hasil monitoring  dan evaluasi  yang dilakukan sampai hari ini varian Covid 19 Omicron belum masuk ke Sleman . 

“Omicron sampai dengan hari ini memang belum masuk,  dan mudah-mudahan tidak akan ada di Sleman,” ujarnya, Rabu (19/1/2022). 

Dokter Khamidah  juga menjelaskan Pengiriman sampel genome dari RS ke laboratorium juga sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Untuk para siswa dan tenaga pendidik  juga telah dilakukan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua.

Vaksinasi anak sampai hari ini masih terus berjalan, dan ditargetkan dosis pertama akan selesai pada 26 Januari . Demikian juga  dengan vaksinasi dosis kedua  juga telah dilakukan di beberapa sekolah. 

Berdasarkan data KPC-PEN per tanggal 17 Januari 2022, dari target sasaran 95.950 anak, capaian vaksinasi anak dosis pertama mencapai 57,27% atau 54.946 siswa, dan dosis kedua mencapai 0,37% atau 354 siswa. 

Untuk  Vaksin  Booster atau lanjutan   Kementrian Kesehatan RI menurut Khamidah  telah menurunkan surat edaran  guna  meningkatkan sekaligus menjaga kekebalan tubuh dari virus Covid-19 varian Omicron.

Berdasarkan surat edaran yang ada, vaksinasi lanjutan ini ditujukan bagi masyarakat umum yang berusia 18 tahun ke atas, namun lebih diprioritaskan kepada lansia.Ini karena  lansia adalah kelompok yang paling rentan terhadap Covid-19.

“Kelompok lansia memang menda[patkan prioriras  mendapatkan vaksinasi booster, karena mereka dinilai sebagai golongan yang paling rentan,“ jelas Khamidah.

Untuk itu  Pemerintah Kabupaten  Sleman ikut mengawal percepatan vaksinasi dengan melibatkan lintas Perangkat Daerah, juga pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam vaksinasi ini.   Jajaran kader kesehatan, termasuk RT/RW  juga terus dilibatkan  dalam pelaksanaan vaksin booster lansia, sehingga  segala informasi dapat tersampaikan pada sasaran yang tepat. 

Mengenai pemberian vaksin booster untuk lansia di Kabupaten Sleman  dokter Khamidah Yuliani  menjelaskan  telah dimulai sejak tanggal 12 Januari 2022, di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik. 

Menurut data KPC-PEN, capaian vaksinasi lansia dari target sasaran 124.932 sampai dengan 17 Januari 2022 tercatat  vaksinasi dosis pertama mencapai 83,3% atau 104.024 jiwa, vaksinasi dosis kedua mencapai 75,8% atau 94.661 jiwa, dan untuk vaksin booster (lanjutan) mencapai 0,4% atau 541 jiwa. 

Syarat untuk menerima vaksin booster (lanjutan), ialah vaksinasi dilayani secara reguler di  fasilitas kesehatan pemerintah, baik puskesmas atau RSUD; dilakukan secara gratis.

Vasksinasi Booster ditujukan bagi masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas, dan  lebih diprioritaskan  untuk  lansia yang berusia 60 tahun ke atas. Selain itu  telah mendapat vaksin primer (dosis 1 dan 2) dengan rentang waktu 6 bulan dari vaksin dosis kedua. Untuk Vaksin  yang digunakan  sesuai dengan ketersediaan yang ada di Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Sleman yaitu Pfizer dan AstraZeneca.  

“Intinya, vaksinasi saat ini sebagai upaya mitigasi varian Omicron,  sehingga percepatan vaksinasi akan terus berjalan dan tetap dilakukan dengan protokol kesehatan  ketat,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar