Klaster Keluarga di Gunungkidul Terindikasi Varian Omicorn

KBRN, Gunungkidul: Setelah beberapa hari nol kasus covid19, hingga Selasa (18/1/2022) sedikitnya lima orang sedang menjalani perawatan akibat covid19. Dari lima kasus tersebut empat di antaranya merupakan klaster keluarga. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, kasus klaster keluarga tersebut memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. Di luar daerah bertemu keluarga yang pulang dari luar negeri. 

"Jadi memang ada indikasi varian omicorn, satu yang kami ambil ternyata positif dan tiga lainnya kena tracing semua juga positif," ujar Abdul, Selasa (18/1/2022). 

Abdul menambahkan, untuk meminimalisir penyebaran, pihaknya mengirimkan sampel droplet kelima pasien tersebut untuk dicek Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memastikan varian covid19 yang tengah menginveksi. Kendati begitu, di Indonesia hanya ada 20-30 laboratorium yang memiliki kemampuan untuk memeriksa. Sehingga dibutuhkan waktu pemeriksaan 2 hingga 3 hari bisa muncul. 

"Kami memang sangat konsen untuk mutasi omicorn, sehingga droplet kami kirim untuk diuji WGS," kata Abdul. 

Menurutnya, uji WGS ini untuk antisipasi adanya mutasi varian omicorn di Gunungkidul. Jikapun memang ada, pihaknya bisa langsung melakukan berupaya agar sebarannya tidak meluas. 

"Jadi biar semua aman saja, kalau memang varian omicorn kita bisa upayakan agar sebarannya tidak meluas. Memang mutasinya cepat tapi tidak seganas varian delta," pungkas Abdul.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar