Awal Tahun, Penyakit Demam Berdarah di Gunungkidul Meningkat Tajam

KBRN, Gunungkidul: Kasus Demam Berdarah Dengue di Gunungkidul meningkat cukup derastis. Pada tahun 2022 ini saja, hingga Selasa (18/1) sudah ada 28 pasien yang menjalani perawatan akibat demam berdarah. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul, Abdul Azis mengatakan, di tahun 2022 ini belum ada pasien yang meninggal dunia akibat demam berdarah. Kendati begitu, ia berpesan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya mengingat cukup banyak korban di tahun 2021. 

"Di 2021 ada 180 kasus, dengan korban meninggal dunia ada 3 semuanya di Bulan Desember," terang Abdul, Selasa (18/1/2022). 

Abdul mengatakan, Gunungkidul dulunya memang dikenal sebagai wilayah yang kekurangan air. Namun begitu saat ini teknologi terus berkembang sehingga banyak masyarakat yang melakukan pengeboran menyebabkan air cukup banyak menggenang. 

"Ini juga menyebabkan perubahan siklus penyakit demam berdarah. Karena banyak genangan, maka jentik-jentik nyamuk banyak pula yang berkembang biak," tutur Abdul. 

Abdul mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan pola 3 M. Menutup, menguras dan mengubur. 

"Banyak masyarakat kita yang bekerja sebagai petani, jadi sebaiknya antisipasi sarang nyamuk ini bisa mulai dilakukan sebelum musim penghujan agar tidak ada genangan," pungkas dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar