Memperingati Hari AIDS Sedunia Wakil Walikota Yogyakarta Mengingatkan Pentingnya Pencegahan

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Balaikota Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar peringatan Hari AIDS Sedunia di Grha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Sabtu (4/12/2021).

Dalam peringatan tersebut, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengingatkan pentingnya disiplin menerapkan hidup sehat, dan menghindari perilaku yang dapat memunculkan potensi penularan virus HIV/AIDS.

Penularan HIV/AIDS dapat terjadi tidak hanya melalui hubungan seksual, namun juga dapat diakibatkan karena penggunaan narkoba dan jarum suntik.

"Saya berharap ada kemauan pula dari para ODHA untuk memeriksakan status kesehatannya sendiri guna mencegah tingkat risiko penularan kepada orang lain," katanya.

meminta agar masyarakat Kota Yogya selalu disiplin merenapkan hidup sehat serta menghindari perilaku yang dapat menjadi potensi penularan virus HIV/AIDS.

Selain itu berbagai upaya pun terus dilakukan

Heroe juga menyebutkan, Pemkot Yogyakarta terus melakukan berbagai upaya, terutama bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) agar mereka terhindar dari potensi paparan penyakit berbahaya yang senantiasa mengintai.

Salah satunya dengan mengintensifkan testing tuberculosis (TB) terhadap para ODHA di Kota Yogya.   

"Deteksi dini TB ini juga menjadi salah satu upaya Pemkot Yogya untuk memberikan bantuan penanganan kepada ODHA," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengukapkan, berbagai sumber daya potensial di Kota Yogyakarta terus dilibatkan terutama untuk turut peduli dan terlibat dalam kesehatan ODHA melalui pelaksanaan penapisan TB dan pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi ODHA.

"Kegiatan TPT ini dimulai dengan pelatihan untuk petugas di Puskesmas, setelah itu mereka rutin melakukan yang skrining dengan mobile rontgen pada ODHA," jelasnya.

Pencegahan TB kepada ODHA, dijelaskan Emma, dilakukan dengan program terapi profilaksis, penanganan juga dilakukan dengan memberikan obat antiretroviral (arv) secara rutin.

"Skrining dengan mobile rontgen ini dilakukan tiap Sabtu, dan  terpusat di Grha Pandawa dengan sasaran 100 ODHA, kami juga melakukan pemeriksaan secara mobile di lokasi yang rawan terhadap penularan," terangnya.

Pasien HIV/AIDS, lanjut Emma, harus mengonsumsi obat secara rutin agar mereka bisa meningkatkan kualitas hidupnya. Pengobatan ini ditujukan untuk keselamatan mereka.

Emma mengharapkan, dengan adanya penanganan yang baik, para ODHA di Kota Yogyakarta bisa mendapat suntikan semangat, dalam melanjutkan kehidupan mereka.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar