Peringati Hari AIDS Sedunia Dinkes Yogya Tekankan Pentingnya Terapi Pencegahan TBC bagi ODHIV

Skrining TBC di Mobil Rontgen

KBRN, Yogyakarta : Terapi pencegahan TBC (TPT) penting dijalani oleh orang dengan HIV (ODHIV).

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta dr. Lana Unwanah mengatakan, Terapi ini dilakukan untuk mencegah ODHIV terkena tuberkulosis (TBC) yang diketahui banyak diderita oleh ODHIV dan merupakan penyakit infeksi oportunistik peyebab kematian terbesar pada ODHIV.

Meski penting dilakukan namun Lana menjelaskan, tidak semua ODHIV boleh langsung menjalani TPT.

“Sesuai dengan yang disyaratkan oleh kementerian, semua ODHIV harus diskrining TBC,” kata Lana dalam memperingati hari AIDS sedunia di Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (4/12/2021).

Menurutnya, dari skrining yang dilakukan, akan diketahui apakah ODHIV juga menderita TBC atau tidak. Terapi yang dilakukan dengan meminum obat selama enam bulan tersebut hanya diberikan pada ODHIV yang tidak sakit TBC dan tidak ditemukan kontra indikasi dengan obat TPT yang akan diberikan.

Dalam memperingati hari AIDS sedunia tahun ini, Dinkes Kota Yogyakarta bersama Zero TB Yogyakarta, Yayasan Victory Plus, dan CD Bethesda menggelar skrining TBC bagi ODHIV.

Skrining ditambahkannya, akan dilaksanakan sebanyak 5 kali di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta.

“Sudah terlaksana tiga kali pada 20 dan 27 November dan hari ini,” jelasnya.

Ia menghimbau, kepada ODHIV untuk memanfaatkan kesempatan skrining berikutnya yang akan dilaksanakan pada 11 dan 18 Desember 2021 di tempat yang sama.

Bagi Zero TB Yogyakarta, skrining TBC bukan merupakan hal baru.

Sementara itu, Direktur Zero TB Yogyakarta dr. Rina Triasih menyampaikan, skrining TBC bagi Zero TB Yogyakarta bukan merupakan hal baru, pihaknya telah melakukan skrining TBC sejak awal 2020.

“Awalnya skrining kami lakukan di 2 wilayah saja, Kemantren Gondomanan di Kota Yogyakarta dan Kapanewon Samigaluh di Kabupaten Kulon Progo,” jelas dr. Rina, panggilan akrabnya.

Ditambahkannya, skrining TBC sejak April 2021 diperluas di seluruh Kemantren/Kecamatan baik di Kota Yogyakarta maupun Kapanewon Samigaluh Kabupaten Kulon Progo.

"Skrining dengan menghadirkan mobil Rontgen ke tengah masyarakat tersebut merupakan bagian dari upaya penemuan kasus TBC secara aktif," terangnya.

Memberikan layanan Rontgen dada gratis bagi masyarakat bukan satu-satunya kegiatan Zero TB Yogyakarta, berbagai upaya lainnya juga dilakukan diantaranya, investigasi kontak pada seluruh kontak serumah penderita TBC, inisiasi TPT bagi kontak serumah, intervensi skrining TBC pada balita di Posyandu dan pelibatan kader muda dalam eliminasi TBC.

"Upaya-upaya tersebut merupakan kontribusi Zero TB Yogyakarta untuk membantu pemerintah dalam mengeliminasi TBC di Yogyakarta," tambahnya.

Sejatinya hari AIDS sedunia diperingati pada 1 Desember setiap tahunnya, meski upacara peringatannya yang digelar pada tanggal 4 Desember namun hal tersebut tidak mengurangi semangat peringatannya yang pada tahun ini ditetapkan dengan tema: 'Saya Berani, Saya Sehat! HIV dapat Dicegah dan Dikendalikan!' Dinkes Kota Yogyakarta sendiri berinisiatif mengambil sub tema: 'Tingkatkan Kualitas Hidup ODHIV melalui Pemberian Terapi Pencegahan TBC.' Harapannya, dengan pemberian TPT, kejadian TBC pada ODHIV dapat dicegah dan kualitas hidup ODHIV dapat meningkat menjadi lebih baik.

Upacara peringatan yang dilaksanakan berbarengan dengan skrining TBC tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi.

Selain Wakil Wali Kota Yogyakarta, hadir pula pejabat Kementerian Kesehatan RI, antara lain: Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Siti Nadia Tarmizi, Koordinator Substansi TBC, dr. Tiffany Tiara Pakasi dan juga perwakilan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia.

Dalam sambutannya, Siti Nadia menyampaikan kesannya tentang kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan dua penyakit yang masih menjadi permasalahan kesehatan.

“Saya kagum meskipun namanya Zero TB, tapi kita bersama hari ini memperingati hari AIDS sedunia,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa pihaknya banyak belajar dari Yogyakarta yang kerap menjadi pelopor inovasi di bidang kesehatan masyarakat.

Acara  peringatan hari AIDS sedunia pun ditutup dengan bincang-bincang santai dengan seluruh tamu undangan yang meliputi dokter dan puskesmas PDP Kota Yogyakarta, pasien dan pendamping pasien dari berbagai lembaga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar