Kasus DBD Meningkat, Sejumlah Pasien Alami Gejala Berat

KBRN, Gunungkidul: Angka Demam Berdarah Dengue (DBD) di Gunungkidul terus bertambah. Hingga Rabu (1/12/2021) dilaporkan ada 104 kasus demam berdarah. Kendati begitu, dari kasus-kasus tersebut tidak ada yang meninggal dunia.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diah Prasetyorini mengungkapkan rentan usia penderita penyakit ini yakni 12 sampai 25 tahun. Sampai dengan hari ini belum ada kasus kematian akibat penyakit ini.

Disinggung mengenai siklus 5 tahunan, Diah mengungkapkan di Kabupaten Gunungkidul belum terindikasi mengenai pola tersebut.

"Kalau di Gunungkidul 3 sampai 4 tahunan polanya," imbuh dia.

Diah mengungkapkan sebagai antisipasi yang dilakukan, pihaknya menekankan kepada masyarakat untuk memperkuat gerakan 1 rumah  1 jumantik, mengaktifkan PSN secara rutin. Kemudian meningkatkan kewaspadaan jika ada kasus dan risiko terjadinya penularan, dan pemberian biolarvasida sebagai antisipasinya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan Medis RSUD Wonosari, drg Wahyu mengatakan, hingga Bulan November ada 25 kasus yang dirawat di RSUD Wonosari. Dari puluhan kasus tersebut gejala terberat yakni pasien mengalami Dengue Shock Syndrome.

"Jadi shock akibat demam berdarah, gejalanya trombosit turun, hematocryt naik, perut kembung, urin sedikit," terang Wahyu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar