Angka Bayi Stunting di Bejiharjo Capai 25%

KBRN, Gunungkidul: Bayi stunting di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo tinggi. Laporan terakhir menyebut, dari sekitar 1.000 balita, 25% di antaranya mengalami stunting di mana ukuran fisik, seperti tinggi badan tidak sesuai.

Menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Karangmojo II, Purwanti mengadakan Posyandu Satelit di Kalurahan Bejiharjo. Menurutnya, permasalahan kesehatan menjadi salah satu latar belakang pendirian Posyandu Satelit.

"Kami mendirikan Posyandu Satelit di Bejiharjo ada lima titik, harapannya bisa membantu posyandu padukuhan dalam pemantauan tumbuh kembang bayi dan kesehatan ibu hamil, jika balita tidak sempat mengikuti penimbangan di posyandu padukuhan bisa datang ke Posyandu Satelit," ujar dia, Minggu (28/11/2021).

Purwanti menambahkan, masalah stunting masuk fokus 5 program kesehatan nasional. Keberadaan Posyandu Satelit ini dapat meningkatkan tingkat kunjungan bayi mengikuti penimbangan dan pemantauan kesehatannya. Selama ini tingkat kunjungan tidak sesuai dengan jumlah balita yang ada.

"Kami cukup prihatin karena 25 persen balita yang mengalami stunting, 15 persennya memiliki ukuran dengan kategori sangat pendek atau kecil dari ukuran normal. Di Posyandu Satelit, selain disediakan layanan pemantauan kesehatan balita dan ibu hamil, kader kalurahan dan dusun telah dibekali kemampuan yang dapat memberikan layanan bagi lansia dan Keluarga Berencana (KB)," terang Purwanti.

Sementara itu Penewu Karangmojo, Marwata Hadi menyambut baik dengan kehadiran Posyandu Satelit Manunggal Sehat di Grogol 4. Pihaknya mengajak semua pihak terlibat dalam penanganan stunting.

"Semua demi generasi masa depan yang sehat dan unggul. Kami berharap stunting segera menurun jumlahnya," harap dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar