Bukan Akibat Pariwisata, Ini Penyebab Kasus Covid-19 DIY Tertinggi

KBRN, Yogyakarta: Penambahan kasus Covid-19 di DIY, Sabtu (27/11/2021) sore, menjadi yang tertinggi secara nasional. Satgas Covid-19 DIY melaporkan ada penambahan 68 kasus terkonfirmasi positif. 

Jumlah itu mengungguli Provinsi Riau dengan 62 kasus dan DKI Jakarta yang bertambah 54 kasus baru terkonfirmasi positif. Sementara secara nasional ada penambahan 404 kasus baru hingga Sabtu sore.

Anggota Satgas Covid-19 DIY Bidang Komunikasi dan Informasi, Ditya Nanaryo Aji, mengakui peningkatan kasus di Yogyakarta akhir-akhir ini cenderung tajam. 

"Tapi ini bukan karena banyaknya masyarakat atau wisatawan ke Yogyakarta," kata Ditya, Sabtu (27/11/2021) sore. 

Ditya menuturkan, persoalan yang memicu peningkatan kasus Covid-19 adalah kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Mayoritas kabupaten/kota melaporkan adanya klaster penyebaran virus Corona. 

"Ini karena diadakannya skrining acak PTM yang dilakukan beberapa kabupaten/kota beberapa waktu lalu," tuturnya. 

Klaster yang tercatat di antaranya kegiatan PTM di Kabupaten Sleman dan Bantul, dan kemudian di Kabupaten Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. 

"Jadi menurut petunjuk Pak Sekda kegiatan PTM di tempat yang menjadi klaster dihentikan sementara waktu," ungkapnya. 

Pariwisata aman

Kabag Humas dan Protokol Pemda DIY itu menegaskan, hingga saat ini pihak Satgas malah belum menerima laporan adanya kasus atau klaster baru dari sektor wisata. 

"Kalau dari wisata malah belum ada, dan sampai saat ini masih terkendali. Kami berharap tidak ada klaster atau kasus Covid-19 dari pariwisata," tandasnya. 

Pada 27 November, Satgas Covid-19 DIY mencatat ada 68 kasus baru sehingga akumulasi kasus di DIY sejak tahun lalu telah mencapai 156.707 kasus. 

Sementara kasus kesembuhan tercatat ada 30 pasien pada Sabtu 27 November. Secara total sudah ada 150.921 kasus kesembuhan di DIY. 

Sedangkan distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah Kota Yogyakarta sebanyak 17 kasus. Kabupaten Bantul 23 kasus, Kulon Progo 3 kasus, Kabupaten Gunungkidul ada 11 kasus, dan terakhir Sleman14  kasus. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar