FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Bantul dan Gunungkidu Genjot Vaksinasi

Kepala Dinkes DIY drg Pembajun Setyaning Astutie

KBRN, Yogyakarta : Capaian vaksinasi Covid-19 di DIY sudah tinggi atau sudah mencapai 75,19% untuk dosis pertama per 20 September lalu dari total sasaran 2.879.699 orang. Sementara dosis kedua mencapai 35,42%.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie menjelaskan adapun capaian vaksinasi di Kulonprogo mencapai 67% dosis pertama dan 24% untuk dosis kedua, kemudian Sleman 68,5% dosis pertama dan 33,4% dosis kedua, Bantul dosis pertama 54,9% dan dosis kedua 23,9%, Gunungkidul 58,7% dosis pertama dan 19,8% dosis kedua.

“Kota Jogja ini istimewa datanya 177 persen dosis pertamanya, dan dosis kedua 109 persen,” terang drg Pembajun, di Kepatihan, Selasa (21/9/2021).

drg Pembajun menambahkan meski secara keseluruhan DIY, cakupan vaksinasinya sudah cukup tinggi, namun vaksinasi di dua daerah Bantul dan Gunungkidul perlu dipercepat agar capaian vaksinasi keseluruhan mencapai 80% di akhir bulan ini.

"Saat ini vaksinasi terus digenjot terutama di Bantul dan Gunungkidul, karena capaian vaksinasi di kedua daerah tersebut masih rendah. Vaksinasi tidak hanya dilakukan Pemda DIY dan pemerintah kabupaten namun juga dibantu oleh TNI-Polri dan pihak swasta. Kita ingin mendorong Bantul itu banyak untuk vaksinasi massalnya,” kata drg Pembajun.

drg Pembajun menjelaskan vaksinasi di Bantul masih rendah karena pada awal-awal vaksinasi Bantul menginginkan pendaftaran vaksinasi melalui aplikasi PeduliLindungi terlebih dahulu. Sedangkan daerah lain melakukan vaksinasi secara manual, sehingga berdampak pada percepatan vaksinasi.

"Teman-temannya sudah maju terus, Bantul nututinya agak kangelan,” katanya.

Saat ini berbagai pihak sudah turun tangan untuk mempercepat vaksinasi dan menargetkan bahwa capaian vaksinasi sampai akhir bulan ini 80%. Untuk stok vaksin sendiri masih cukup, bahkan belum lama ini dua kali pengiriman vaksin langsung dilakukan ke kabupaten dan kota tanpa melalui Pemda DIY.

"Sehingga tidak adala alasan lagi capaian vaksinasi rendah karena tidak ada vaksin," tegasnya.

Meski begitu, Pembajun memaklumi masih adanya beberapa warga yang ragu untuk vaksin sehingga menghambat vaksinasi. Selain itu, hambatan juga ditemukan pada mobilitas lansia sehingga perlu vaksin jemput bola.

"Capaian vaksinasi lansia baru 58,46 untuk dosis pertama dari total sasaran 472.852 orang. Sementara dosis kedua 37,68. Sementara sasaran lainnya sudah tinggi, kecuali remaja karena vaksinasinya belum lama diberlakukan," tambahnya.

Akses vaksin Lansia masih terhambat akses, transportasi, pendamping.

"Strateginya memang harus jemput bola akhirnya, mendekat ke mereka. Vaksinasi jemput bola saat ini sedang dilakukan oleh petugas di kabupaten kota sampai ke kelurahan dan kalurahan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00