Kasus Melandai, Beds Covid Dikembalikan ke Layanan Umum

Kepala Dinkes DIY, drg Pembajun Setyaning Astutie

KBRN, Yogyakarta : Pasca terjadi tren penurunan kasus persebaran virus COVID19, sejumlah Rumah Sakit rujukan Covid-19 di DI Yogyakarta mulai mengalihkan tempat tidur khusus pasien Covid-19 untuk pelayanan umum.

Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg Pembajun Setyaningastutie menegaskan Rumah Sakit harus berkomitmen mendedikasikan tempat tidur untuk penanganan COVID19, jika sewaktu-waktu kembali terjadi lonjakan kenaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Beberapa RS sudah mulai mengeser tempat tidur covidnya untuk reguler tetapi dengan perjanjian, ga meminta ya, begitu nanti angka kasus naik, mereka akan siap untuk kembali mendedikasikan untuk covid. Mudah-mudahan tidak ada gelombang lagi," terang drg Pembajun setyaningastutie di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (21/9/2021).

Pembajun menjelaskan rumah sakit rujukan tidak memindahkan semua beds yang sebelumnya sudah didedikasikan untuk penanganan covid dialihkan ke layanan umum, tetapi hanya mengurangi ketersediaan tempat tidur sekitar 60 persen.

Hal itu dilakukan karena untuk mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Beberapa RS sekitar 60 persen, mengurangi ya bukan menghilangkan. Tetap ada tempat tidur untuk covid, masih ada beberapa jumlahnya tetapi tidak maksimal kayak kemarin," jelasnya.

Kepala Dinkes DIY,  juga menyebut meski kondisi kasus COVID19 di DIY sudah melandai, pihaknya masih tetap menyiagakan relawan tenaga medis.

"Kita masih menghire relawan untuk beberapa RS, tetap kita siagakan. Biar bagaimana pun teman-teman nakes memberikan pelayanan covid perlu recovery juga, tetapi yang beberapa bangsal memang untuk pelayanan umum tetap kita siapkan," tuturnya. "Istilahnya kita tetap siap menghadapi segala sesuatunya," imbuhnya.

Sementara itu, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan meski tempat tidur pasien Covid-19 digeser untuk pasien reguler, namun pada prinsipnya tetap disiagakan.

"Walaupun sementara ada bed yang digeser untuk reguler tapi prinsipnya stand by sewaktu-waktu bisa geser lagi kalau diperlukan. Tapi harapan kita sudah gak perlu ada tempat lagi karena ga ada yang sakit," katanya.

Begitu juga dengan Hotel Mutiara I dan II, juga selalu disiagakan untuk tempat isolasi terpusat atau isoter.

"Ya kita siapkan saja kalau diperlukan, sekarang sudah siap untuk isoter. Kalau sudah landai tidak ada kasus lagi baru kita manfaatkan sesuai tujuan awal," tambahnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00