Keterbukaan Informasi Vaksin Harus Jadi Prioritas

KBRN, Yogyakarta : Informasi soal vaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19) saat ini banyak disorot oleh masyarakat.

Ketua Komisi Informasi Daerah (KID) DIY, M Hasyim menyatakan banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses informasi vaksinasi secara maksimal. Hasyim mengatakan akhir-akhir ini banyak masyarakat yang mempertanyakan soal vaksinasi kepada lembaganya. Namun karena KID tidak memiliki kewenangan memberi informasi, sehingga menyambungkannya dengan pemerintah, dalam hal ini Pemda DIY dan pemerintah kabupaten kota.

“Acara sosialisasi keterbukaan informasi vaksinasi Covid-19 ini  sebagai upaya yang dilakukan Komisi Informasi Daerah DIY dalam mendorong pemerintah melakukan transparan berkaitan publik, termasuk vaksinasi, harapan masyarakat agar lebih paham tentang vaksinasi,” kata Hasyim, dalam Diskusi Publik Terkait Informasi Vaksinasi Covid-19 di Gedhong Radyosuyoso, Kepatihan, Senin (19/4/2021).

Hasyim menjelaskan pada masa awal pandemi dulu banyak masyarakat menanyakan keterbukaan data terkait angka yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan penanganannya.

"Sedangkan saat ini, yang menjadi sorotan adalah informasi vaksinasi, mulai dari cara mengakses vaksinasi, pendaftaran hingga cakupan vaksinasi," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) DIY, Roni Primanto Hari mengatakan, sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sudah menjadi komitmen Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk selalu mendukung agar Pemda DIY terbuka.

“Sedapat mungkin semua informasi dibuka dan diketahui umum kecuali yang dikecualikan tapi sedikit yang dikecualikan. Dengan adanya keterbukaan informasi diharapkan adanya transparansi, dan dapat kurangi korupsi, kolusi dan nepotisme di Pemda DIY,” jelas Rony.

Pihaknya juga mengapresiasi tema yang diangkat dalam diskusi tersebut karena di masa pandemi ini, program vaksinasi masih menjadi program Indonesia dalam rangka memerangi virus corona.

"Banyak informasi berkembang karena belum semua informasi tentang vaksinasi diketahui masyarakat. Keterbukaan adanya vaksin menjadi faktor penting kesuksesan vaksinasi di Indonesia,” lanjutnya.

Sementara, Sekda DIY, Kadarmanto Baskoro Aji dalam paparannya mengatakan antusiasme masyarakat DIY mengikuti vaksin cukup tinggi.Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi KIPI juga tidak ada kasus menonjol. Sudah ada rasa kepercayaan yang tinggi di masyarakat jika vaksin membawa manfaat. Pemda DIY juga sudah melakukan berbagai upaya dalam rangka percepatan vaksinasi.

"Vaksin yang di luar jatahnya DIY, itu kita pakai sudah banyak. Misalnya saja pada saat Pak Jokowi punya inisiasi bersama Pak Gubernur melaksanakan vaksinasi di Malioboro dengan 3 tempat di Benteng Vredeburg, di pasar Bringharjo lantai 3 dan di taman parkir Abu Bakar Ali kita bisa melakukan vaksinasi sekitar 11000 orang dengan jatah vaksin yang tambahan. Begitu pula vaksinasi untuk seniman, tapi sayang untuk yang seniman itu hanya 500 orang. Jatah yang di luar yang waktu itu kita dapatkan adalah jatah vaksin untuk lansia yang kita selenggarakan juga di UGM yang jumlahnya sepertinya kita siapkan 4 ribu, tetapi hanya hadir kurang lebih sekitar 3250 orang masih ada sisa waktu itu," jelasnya.

Situasi COVID-19 di DIY Tanggal 19 April  2021, ada penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19  di DIY sebanyak 170 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi  37.150 kasus. Penambahan kasus sembuh sebanyak 168 kasus, sehingga total sembuh menjadi 31.667 Kasus.

Penambahan kasus meninggal sebanyak 6 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi  906 kasus.Distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah : Kota Yogyakarta : 38 kasus , Kabupaten Bantul : 33 kasus , Kabupaten Kulon Progo : 38 kasus, Kabupaten Gunungkidul : 20 kasus Kabupaten Sleman : 41 kasus. Distribusi kasus sembuh menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah : Kota Yogyakarta : 39 kasus , Kabupaten Bantul : 102 kasus , Kabupaten Kulon Progo : 12 kasus , Kabupaten Gunungkidul : 8 Kasus, Kabupaten Sleman :  7 kasus.

Rincian kasus meninggal adalah sebagai berikut :1. Kasus 32.348 : Laki laki, 54 th, Kota Yogyakarta2. Kasus 33.522 : Perempuan, 83 th, Kota Yogyakarta3. Kasus 33.759 : Perempuan, 55 th, Kota Yogyakarta4. Kasus 35.476 : Perempuan, 52 th, Kota Yogyakarta5. Kasus 35.632 : Laki laki, 68 th, Gunung Kidul6. Kasus 36.670 : Laki laki, 52 th, Kota YogyakartaHasil verifikasi data dinkes Kab/Kota).

Rincian riwayat sementara kasus terkonfirmasi Covid - 19 sebagai berikut : Periksa Mandiri : 55 kasus, Tracing Kontak Kasus Positif : 79  kasus, Skrining karyawan kesehatan : 1 kasus , Belum Ada Info : 35 kasus. (wur/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00