Dewi Sri Tanjung, Nasib Gadis Cantik yang Jadi Rebutan di RRI

KBRN, Yogyakarta : Tiga Ta (harta, tahta dan wanita) sejak dulu kala di jaman purba hingga ‘senja’ kala di era Corona, masih tetap menjadi fenomena menarik yang tak pernah lekang dihempas masa.

Tiga ‘sejoli’ itu yakni harta, tahta dan wanita memang selalu menjadi rujukan yang tak pernah habis untuk dikupas dalam sebuah kisah atau cerita, baik lewat legenda, roman, dongeng atau lewat seni pertujukan, semisal sinetron, film maupun melalui seni tradisional Jawa semacam kethoprak.

Kisah-kisah menarik seperti itulah yang kini sedang digarap oleh keluarga kesenian Jawa RRI Yogyakarta yang kembali akan menggelar pentas kethoprak dalam jaringan (daring) secara live streeming pada Rabu, 26 Agustus di Auditorium RRI Jalan Gejayan Demangan, pukul 13.00 wib.

Menurut Sutradara Pentas, Sugiman Dwi Nurseto, cerita berawal saat Patih Sidapaksa mempersunting Dewi Sri Tanjung yang cantik jelita yang ternyata membuat rasa iri dan amarah Prabu Silahkrama, hingga ia tega mencelakai patihnya sendiri dengan menghalalkan segala cara.

“Kemarahan Sang Raja semakin memuncak ketika cintanya ditolak oleh Sri Tanjung,” tulis Sugiman lewat pesan elektronik yang dikirim ke rri.co.id, Sabtu (22/8/2020).

Raja Prabu Silahkrama tidak mengenal ‘Cinta Ditolak Dukun Bertindak’ tetapi justru dengan sewenang-wenang memanfaatkan kekuasaannya sebagai raja.

Prabu Silahkrama pun berusaha melenyapkan Patih Sidapaksa, dengan harapan bisa meminang gadis yang merupakan ‘kembang kerajaan’ itu.

Apa tindakan-tindakan Prabu Silahkrama selanjutnya, apakah membunuh patihnya? Ataukah justru melenyapkan Dewi Sri Tanjung yang menjadi impiannya?

Simak dan ikuti pementasan Kethoprak RRI Jogja yang didukung oleh Murjono selaku Penata Iringan dan Lilik Agung selaku Penata Kostum. (yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00