Minat Kolektor pada Prangko Kepaduan

Carik Kenangan Peduli Lingkungan Indonesia
Kumpulan benda filateli (koleksi Bambang Pamungkas)
Sampul Hari Pertama Jambore 2001

KBRN, Yogyakarta : Kepanduan dinilai dapat menggerakkan para pemuda di seluruh Dunia, dan hal ini menjadi dasar hampir semua negara menerbitkan prangko seri Kepanduan.

Kepanduan atau di Indonesia dikenal dengan nama Pramuka sangat populer dikalangan peserta didik, dan setiap tahun pada tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka.

Untuk tahun ini peringatan Hari Pramuka ke-59 menjadi momen penting dimana upacara hari pramuka diadakan dengan tatanan baru sesuai protokol kesehatan baik tingkat Gugus Depan  sampai Kwartir Nasional. Gerakan Pramuka yang sebelumnya dikenal dengan nama gerakan kepanduan memiliki sejarah panjang di  International dan mempunyai sebutan internasional yaitu Scouting atau Scout Movement.

Selama pandemipun  mengoleksi Prangko menjadi tren tersendiri dikalangan Aktifis  dan Peserta Didik Pramuka untuk mengoleksi benda Filateli seri Kepanduaan.Tak hanya Prangko saja, Carik Kenangan, Sampul Hari Pertama, Sampul Peringatan, Sampul Surat, Kartu pos atau benda keluaran administrasi pos merupakan benda filateli. 

Benda Filateli tema Kepanduan tidak hanya diminati kolektor Indonesia saja tetapi juga internasional baik  anggota kepanduan di negaranya masing-masing atau masyarakat umum.

Salah satu aktifis Pramuka yang sekaligus pembina Pramuka di Yogyakarta Bambang Pamungkas telah mengoleksi benda filateli seri kepanduan  sejak SMP atau tingkat Penggalang.

"Saya meminati prangko atau benda filateli saat saya ikut uji kecakapan khusus pramuka dan keterusan sampai sekarang dan saya saat ini mengarahkan kepada para binaan saya untuk mengikuti uji kecakapan tentang Filateli di Pramuka" ungkapnya, dalam siaran pers kepada RRI, Jumat (14/8/2020).

Lain halnya Sudjono AM, Pembina Pramuka di Pekanbaru Riau dan telah bermukim di Jakarta serta masih berkegiatan di Gugus Darma Pramuka mengajak belajar kembali dengan benda unik dan spesial yaitu Prangko.

"Selama saya di rumah saja dan mengisi waktu purna, saya mengajak para aktifis dan peserta didik pramuka yang saya kenal di beberapa kota di Indonesia untuk menata kembali koleksi filateli dan belajar lagi dan mengkhususkan tema Pramuka dan diskusi aktif diikuti secara daring. Agar para Pramuka kembali menjadikan Filateli juga sebagai hobi yang asik serta positif," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perkumpulan Filatelis Indonesia Gita Noviandi  berhasil membawa pulang Medali Emas di Singapura tahun 2016 dengan tema Pramuka dengan Judul koleksi "One World, One Promise".

"Saya mengoleksi Benda Filateli hampir seluruh dunia dan tentang Pramuka. Dimulai dari benda filateli yang menujukan mulai dari sejarah kepanduan, Bapak Pandu sedunia Lord Baden Powell, Bapak Pandu Indonesia Sri Sultan Hamengkubuwono IX, kecakapan pramuka, aktifitas dan nilai nilai positif pramuka melalui benda filateli". papar Gita Noviandi yang berdomisili di Bandung.

Indonesia sangat sering menerbitkan Prangko seri Pramuka karena mengingat pentingnya Kepanduan di Indonesia. Seri kepanduan Indonesia atau Pramuka tercatat telah terbit 19 kali dari  mulai tahun 1955-2019. (ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00