Lewat Lagu, Yudha and The Remora Ajak Anak Indonesia Lestarikan Alam

Yudha dan Noya usai live streaming rilis single Pagi dan Malam Terindah, Minggu (24/5)

KBRN, Yogyakarta : Betapa indah alam Indonesia, seperti di pedesaan ketika musim panen tiba. Hamparan luas padi menguning begitu menyejukkan mata, apalagi saat malam hari, banyak kunang-kunang beterbangan.

Sangat disayangkan jika anugerah Tuhan itu hilang, ketika sawah beralih wujud menjadi rumah dan gedung-gedung mewah. Keindahan alam pedesaan yang begitu asri dan bisa dinikmati cuma-cuma, perlu dijaga dan dilestarikan.

Lewat single terbarunya berjudul Pagi dan Malam Terindah, yang lahir di masa Pandemi Covid-19, Yudha and The Remora menyampaikan pesan itu. Dan saat ini, bisa dinikmati melalui chanel Youtube project band tersebut.

Cover Single Pagi dan Malam Terindah

Yudha Kristiawan, sang vokalis, berkolaborasi dengan putri semata wayangnya, yaitu Senja El Noya Sasikirana yang berusia delapan tahun. Duet ayah dan anak itu, tidak hanya dalam penulisan lagu, tetapi juga bernyanyi.

"Lagunya mengalir saja, kebetulan kerap mengajak Noya sepedaan pagi ke belakang rumah yang pemandangannya begitu asri, inspirasinya dari aktivitas gowes pagi itu,” kata Yudha, Rabu (27/5/2020).

”Pas bikin lagu kadang Noya nimbrung, terus saya iseng tanya, enaknya judulnya apa ya, Noya bilang Pagi dan Malam Terindah, pas banget, akhirnya pakai judul itu," terangnya.

Ajakan untuk menjaga kelestarian alam, sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan kata Yudha, digambarkan dalam penggalan lirik lagu yang berbunyi, terimakasih Tuhan atas semua ini, kami jaga dan kami akan saling berbagi.

"Sejak awal merilis karya, berusaha menyajikan lirik lagu yang lugas, agar mudah dipahami dan ramah anak," ungkap Yudha.

Lagu ini akan menjadi bagian dari mini album ke dua Yudha and The Remora, yang segera dirilis pertengahan tahun ini, setelah sebelumnya, merilis mini album perdana bertajuk Ayo Ke Pantai pada pertengahan tahun 2018 lalu.

Alunan Rindik Bambu

Soal kolaborasi bersama putri semata wayangnya, Yudha mengaku tanpa disengaja, saat mereka berdua asyik mencoba menyanyikan lagu Pagi dan Malam Terindah. Akhirnya, ia pun mengajak putrinya masuk ke dapur rekaman untuk pertama kali.

Dalam lagu tersebut, Noya juga ikut memainkan instrumen rindik bambu mini, yang didapatkan dari Pasar Seni Sukawati Bali saat liburan ke sana.

”Meski ini hanya cinderamata, saya coba cari nada dasarnya, C turun setengah nada dan ketemu, terus ada ide ini dimainkan bareng ukulele yang saya mainkan," ungkap Yudha.

Untuk proses rekamannya sendiri, dilakukan di Studio milik Adnan, salah satu sahabat Remora dengan Maulana sebagai music directornya. Lagu ini dirilis di bawah bendera Heihohola Music.

”Saya berharap, ini bisa menjadi kado kecil selama masa pandemi, karena hampir seluruh aktivitas harian banyak dilakukan di rumah,” pungkas Yudha. (ws/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00