5 Negara Ikuti Festival Payung Indonesia 2019 di Candi Prambanan

KBRN, Sleman : Lima negara akan mengikuti Festival Payung Indonesia 2019 yang akan digelar di kompleks Candi Prambanan pada 6 hingga 8 September mendatang .

General Manager Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan Aryono Endro mengatakan, lima negara yang akan mengikuti Festival Payung Indonesia 2019 meliputi Indonesia, Jepang, Thailand, Spanyol dan India.

"Dengan adanya festival ini harapannya ya bisa menambah semarak kunjungan wisata di Candi Prambanan, sehingga pengunjung bisa melihat corak budaya masing-masing daerah termasuk jenis payung dalam festival," tandas Aryono Endro, Rabu (28/8/2019).

Ditambahkan Aryono Endro, dalam Festival Payung Indonesia 2019 tersebut, pihak TWC Prambanan juga sudah melakukan persiapan seperti pemasangan panel-panel di dekat area masuk Taman Wisata Candi Prambanan. Sedang untuk penataan payung dari pihak TWC melibatkan sekitar 50 orang setiap harinya selama 3 hari pelaksanaan festival Payung Indonesia.

"50 orang yang dilibatkan itu kita siapkan untuk menjaga keamanan lingkungan  maupun kebersihan,” ungkapnya.

Ia berharap, para pengunjung bisa mengetahui berbagai budaya yang ada di masing-masing daerah yang ikut festival seperti seni lukis payung maupun fungsi jenis payung.

"Ya kami juga berharap kegiatan ini bisa mendongkrak para wisatawan untuk berkunjung di wisata Candi Prambanan," ujarnya.

Sementara itu, panitia festival payung Indonesia 2019, Iman Istiyanto Utama mengatakan, festival payung digelar Mataya Arts, Heritage Surakarta bekerjama dengan TWC Candi Prambanan dengan tema 'Sepayung Daun' yang akan diikuti sekitar 50 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 hingga 30 orang.

Iman Istiyanto menambahkan, tujuan digelarnya Festival Payung sebagai upaya melestarikan payung tradisi Indonesia terutama para pengrajin payung. Selain itu, juga untuk mengangkat industri pengrajin payung tradisional Indonesia.

"Sekarang ini payung tradisional di Indonesia masih ada dan masih eksis. Karenanya festival ini juga sekaligus menumbuhkan potensi kreatifitas masyarakat dari berbagai ragam seni dan juga untuk membangkitkan spirit kaum muda untuk mencintai warisan budaya.

Selain itu, candi juga merupakan bagian dari identitas lokal ke-Indonesiaan sehingga mendorong kunjungan wisatawan nusantara dan terutama wisatawan manca negara," pungkas Iman Istiyanto. (yon/mrt/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00