Kebijakan Swab Antigen Diprotes Buruh

Foto ilustrasi demonstrasi buruh

KBRN, Yogyakarta : Kelompok buruh menolak kebijakan Gubernur DIY, soal kewajiban swab antigen bagi pendatang yang masuk ke Yogyakarta.

Hal ini dinilai, akan semakin memberatkan buruh, terutama di sektor pariwisata. Hendaknya pemerintah tidak menambah beban hidup mereka, dengan kebijakan yang berpotensi memukul sektor perhotelan, restoran dan pariwisata.

"Ini dikhawatirkan bisa menyebabkan buruh kembali dirumahkan dan mengalami pemotongan gaji," kata Irsyad Ade Irawan dari KSPSI DIY dalam siaran pers, Sabtu (19/12/2020).

Data hingga bulan Oktober menyebut, sekitar 2.500 buruh di Kota Yogyakarta terdampak Covid-19 terutama yang dirumahkan. Kondisi ini belum 100 persen pulih dan mereka juga belum semuanya kembali bekerja. Sehingga Irsyad mengingatkan, jangan sampai ini terulang kembali, akibat kebijakan wajib swab antigen yang berpotensi merontokkan sektor pariwisata.

Pada akhir tahun, kondisi pariwisata di Yogyakarta diharapkan kembali bergeliat dan buruh kembali mendapatkan pekerjaan. Tapi  skema ini bisa dibuyarkan oleh kewajiban swab antigen.

"Ketimbang mewajibkan swab antigen yang berpotensi menyebabkan kemerosotan ekonomi buruh sektor pariwisata, lebih baik Pemda DIY menegakkan protokol kesehatan," lanjut Irsyad. 

Dan yang terpenting, juga harus dipastikan sektor hotel dan restoran mempunyai sertifikasi kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (CHSE). (ws/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00