FOKUS: #PILKADA 2020

Kustini Kalah di Mlati

Suasana Rapat Pleno Penghitungan Suara Pilkada 2020 di KPU Sleman

KBRN, Yogyakarta : Pasangan calon nomor urut tiga, Kustini-Danang Maharsa unggul di 16 kapanewon, dari total 17 wilayah Kapanewon di Pilkada Sleman 9 Desember.

Kepastian itu diketahui, sesuai hasil rapat pleno di kantor KPU setempat, Senin (14/12/2020), yang berlangsung hampir sembilan jam sejak pukul 09.30 WIB.

Total suara yang diraih 217.921, mengalahkan paslon nomor urut satu, Danang Wicaksono-Agus Kholiq yang mendapat 171.083 suara, dan paslon nomor urut dua, Sri Muslimatun-Amin Purnama dengan perolehan 177.588 suara.

Meski mendominasi di 16 kapanewon, tetapi Kustini-Danang Maharsa kalah di wilayah Kapanewon Mlati.

Di tempat ini, paslon nomor dua, Sri Muslimatun-Amin Purnama mendominasi dengan perolehan 19.158 suara. Sedangkan paslon nomor tiga, Kustini-Danang Maharsa hanya mendapat 15.772 suara, dan paslon nomor satu, Danang Wicaksono-Agus Kholiq 11.941 suara.

”Paslon terpilih akan ditetapkan tiga hari setelah Mahkamah Konstitusi menyampaikan salinan BRPK atau Buku Registrasi Perkara Konstitusi,” kata Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi.

Dari sisi target partisipasi pemilih di Sleman, hanya tercapai 75,82 persen dari total 792.926 pemilih tetap. Ini tidak seperti target 80 persen yang ingin diraih.

”Kalau KPU DIY menargetkan 80 persen, kami pun targetkan sama, namun Pandemi Covid memang menjadi tantangan,” imbuh dia.

Namun Trapsi mengklaim, prosentase ini lebih tinggi dari Pilkada 2015, yang waktu itu partisipasi pemilih hanya 72 persen.

Jika dibandingkan dua kabupaten lain di DIY yang menyelenggarakan Pilkada, yaitu Bantul dan Gunungkidul, maka angka partisipasi pemilih di Sleman termasuk paling rendah.

Di wilayah Bantul, angka partisipasi pemilih mencapai 81,39 persen, sedangkan di Gunungkidul 80,18 persen.

Anggota Bawaslu Sleman Sutoto Jatmiko melihat, munculnya kekhawatiran pemilih takut tertular virus korona. Apalagi wilayah Sleman ditetapkan sebagai zona merah.

”Kondisi covid memang menakutkan, sebaran partisipasi yang rendah merata,” ungkap dia. (ws/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00