Data Tidak Valid, Hak Suara Pemilih Disabilitas Terancam

Penyandang Disabilitas di Kabupaten Bantul

KBRN, Yogyakarta : Kehilangan hak memberikan suara, saat Pilkada Serentak 9 Desember mendatang, rentan terjadi pada pemilih disabilitas di Sleman, Bantul dan Gunungkidul.

Koordinator Umum Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) Edward Trias Pahlevi menyebut, tidak validnya data pemilih disabilitas yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU).

”Seringkali teman-teman Pantarlih saat mendata di warga, kadang keluarga itu menyembunyikan identitas jika di keluarga ada pemilih disabilitas,” terang Edward saat dihubungi, Kamis (2/7/2020).

Persoalan ini menjadi catatan KISP, karena di Pemilu 2019 kemarin, terjadi perbedaan data jumlah pemilih disabilitas, baik yang dikeluarkan media massa, KPU maupun komunitas difabel sendiri.

Libatkan Organisasi Difabel

Pendapat Edward dari KISP, dibenarkan Ajiwan Arif Hendradi, selaku pegiat organisasi penyandang disabilitas, dari Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAP).

Dirinya mengusulkan, agar penyelenggara pemilu melibatkan komunitas difabel, untuk mendata pemilih disabilitas. Cara efektif ini, pernah dilakukan KPU Kota Yogyakarta.

Lewat upaya ini, angka partisipasi pemilih difabel meningkat pesat, dari 800-an orang di Pilkada 2017, menjadi 1700 orang di Pemilu 2019.

”Organisasi difabel diminta datang melakukan coklit bareng-bareng di kantor kelurahan,” terang Ajiwan.

Tempuh Cara Progresif

Dalam Pemilu 2019 lalu, sebanyak dua ribu orang pemilih disabilitas di Bantul, tercatat sebagai pemilih tetap. Namun, Anggota KPU setempat Arif Widayanto mengakui, jumlah sebenarnya lebih dari itu.

Sehingga di Pilkada mendatang, pihaknya berupaya memperoleh data yang valid, baik dengan mencocokkan data kependudukan, maupun dengan bertanya dengan pihak keluarga pemilih difabel.

”Kalau dari dua cara itu tidak diperoleh data, maka ditempuh cara progresif kita sodorkan data pemilih, teman-teman organisasi difabel akan mencermati dan memberi masukan ke kita,” ucapnya.

Sesuai Peraturan KPU RI Nomor 5 Tahun 2020, tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada Serentak 9 Desember, dimulai tanggal 15 Juli sampai 13 Agustus mendatang. (ws/yyw)    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00