Bawaslu Bantul Ingatkan Panwascam Soal Kode Etik

KBRN, Yogyakarta : Sebanyak 51 anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Bantul membacakan pakta integritas, saat mereka dilantik di salah satu hotel berbintang, kawasan Sewon Bantul, Senin (23/12/2019).

Isi pakta integritas itu, tidak hanya menitikberatkan soal netralitas dan independensi petugas Panwascam, tetapi juga soal kode etik, sebagai bekal mereka bertugas, mengawasi tahapan Pilkada tahun 2020.

”Ya mungkin nanti kita pelajari beberapa catatan-catatan dari yang kemarin kesalahan-kesalahan, jangan sampai permasalahan yang sama terulang lagi,” kata Riski Prayogo usia 25 tahun, salah satu petugas Panwascam Kecamatan Sedayu, yang baru pertama kali menjadi petugas pengawas.

Soal kode etik menjadi hal yang ditekankan Bawaslu Kabupaten Bantul, karena saat Pemilu 2019 lalu, sejumlah petugas Panwascam di beberapa lokasi melakukan pelanggaran, yaitu memberi kesempatan pemilih luar daerah mencoblos di TPS, meski mereka tidak membawa formulir A5, sebagai syarat mencoblos surat suara. Ketua Bawaslu Bantul Harlina, tidak ingin pelanggaran serupa terulang di Pilkada mendatang.

”Kita juga tidak sekedar hanya menyampaikan warning, bahwa jangan sampai di Bantul ada pengawas pemilihan yang sampai melanggar kode etik, tetapi kita sebagai lembaga di atasnya mempunya tanggung jawab untuk memberikan bimbingan teknis,” ucapnya. (ws/yyw)    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00