Sultan Ingatkan Pejabat DIY Lakukan Efisiensi dan Otomatisasi Tanpa Tinggalkan Aspek Budaya

KBRN, Yogyakarta : Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X membekali jajaran pejabat DIY dengan efisiensi dan otomatisasi tanpa meninggalkan aspek budaya.

Secara khusus, Sri Sultan mengundang Rhenald Kasali praktisi dan akademisi ekonomi Indonesia serta Siti Zuhro, Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI.

Menurut Sri Sultan, pembekalan ini penting bagi para kepala OPD di DIY sebagai acuan dalam penyusunan RPJMD DIY 2022–2027, mengingat saat ini sangat dibutuhkan inovasi dan otomatisasi untuk menuntaskan perkembangan ekonomi pada khususnya.

“Kita harus bisa membangun inovasi dan kerjasama saling silang. Menumbuhkan otomatisasi tanpa mematikan potensi tenaga kerja yang digantikan oleh mesin. Harus seiring dan sejalan, untuk kesejahteraan masyarakat. Ini yang harus dipedomani dalam penyusunan RPJMD nanti,” kata Sri Sultan, di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin, (04/10/2021) .

Rhenald Kasali usai acara sharing session Strategi Pembangunan DIY Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi Berbasis Kearifan Lokal mengungkapkan, manajemen Pemda DIY sangat baik. Namun, ada tantangan serius yang bisa dimaksimalkan, yaitu digitalisasi ekonomi.

“Kita harus siap menghadapi otomatisasi karena saat ini 90% lapangan pekerjaan bisa diotomatisasi. Potensi ini bisa menjadi peluang besar sekaligus tantangan besar bagi SDM. Nah, DIY ini punya potensi kaum muda yang sangat besar, mereka memiliki kreativitas yang bagus. Ini yang harus direspon dengan kearifan dan budaya lokal,” terang Rhenald.

Rhenald menyebut pandemi mendorong digitalisasi dari kota hingga ke desa.

"Peradaban yang bergeser ini  seperti akan menggeser dunia. Oleh karena itu, kearifan lokal juga berperan penting untuk merespon trend ini," tambahnya.

Sementara itu, Siti Zuhro mengatakan terobosan-terobosan atau pembangunan digital memang sangat diperlukan untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin global.

Ia menilai Gubernur DIY sangat fokus merespon hal-hal yang menunjang percepatan pembangunan, bahkan hingga ke level desa, DIY tetap mengupayakan penonjolan kualitas pelayanan publik.

“Contoh konkrit DIY adalah membangun Desa Mandiri Budaya, yang ditambahkan disitu menjaid Desa Cerdas atau smart village. Bagaimana itu nanti akan membangun masyarakat yang cerdas, membangun ekonomi masyarakat yang kreatif, juga membangun smart governance di tingkat Kelurahan,” jelas Siti Zuhro.

Siti Zuhro menambahkan pejabat DIY dihadapkan pada tantangan untuk membangun pola hidup yang sehat dan lingkungan yang sehat, dalam wujud digitalisasi dan inovasi.

Untuk itu, ia menekankan kepada jajaran pejabat di lingkungan Pemda DIY untuk bisa mewujudkan sentra-sentra pelayanan publik yang nyaman, menyelenggarakan smart living dan smart encouragement.

 “Bagaimana membangun masyarakat pada pola hidup yang sehat, lingkungan yang sehat adalah dengan budaya. Budaya ini bisa menjadi penggerak masyarakat dan justru membuat masyarakat mampu menjadi lebih cerdas dan sejahtera,” pungkas Siti Zuhro.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00