Pemilos Tahun 2021 Resmi di Launching di Kulon Progo

KBRN, Kulon Progo : Sebagai upaya memberikan Pendidikan pemilih kepada pemilih pemula, KPU Kabupaten Kulon Progo bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten setempat dan lembaga terkait lainnya, menggelar Pemilihan ketua osis atau Pemilos untuk tingkat SLTA/Aliyyah serta Tsanawiyah dan SMP. 

Adapun untuk Pemilos di Kabupaten Kulon Progo di launching pada Jumat (1/10/2021) di Command Room Dinas Komunikasi dan Informatika setempat. Launching dilakukan secara bersama-sama oleh Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, Ketua KPU DIY dan Ketua KPU Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan, Pemilos merupakan sarana pendidikan Pemilih, agar siswa lebih dekat dengan pembelajaran dan praktek demokrasi dan kepemiluan. Hal ini karena dalam pelaksanaannya, Pemilos bisa dikatakan sebagai miniatur dari pelaksanaan Pemilu yang diselenggarakan bangsa Indonesia.

Sutedjo menjelaskan, partisipasi masyarakat dalam proses penyelenggaraan Pemilu memberikan kontribusi besar bagi terselenggaranya pemilu yang luber dan jurdil untuk memilih pemimpin yang baru.

Salah satu upaya untuk melembagakan kesadaran berdemokrasi, KPU Kulon Progo memiliki program rutin Pendidikan Pemilih. Pemilih pemula di Kulon Progo untuk Pemilu 2019 sebanyak 13.924 dari total pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 2 (DPTHP) yakni sebanyak 335.578 pemilih. Itu artinya jumlah total pemilih pemula sebesar 4,18 % dari total pemilih. 

"Pemilih pemula yang sebagian besar adalah pemilih muda, menjadi salah satu kelompok penting yang menjadi perhatian dalam Pendidikan Pemilih. Di tangan merekalah tongkat estafet kepemimpinan di masa depan," ucap Sutedjo.

Sementara bagi siswa SMP dan MTs, meskipun tidak dikelompokkan dalam Pemilih Pemula, tetapi menjadikan mereka sebagai penerima manfaat Pendidikan Pemilih yang akan memberikan pemahaman sejak dini tentang pengalaman berdemokrasi.

Sementara itu, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan, di Kulon Progo ada sekitar 27ribu anak yang akan terlibat di Pemilos. Jumlah ini sekitar 10 % dari jumlah pemilih dalam penyelenggaraan pemilu terakhir. Maka dari itu, Pemilos merupakan awalan yang baik dalam melaksanakan proses demokrasi sejak ini. 

"Saya kira Pemilos 2021 bisa memenuhi unsur Demokrasi yakni transparansi, partisipasi dan akuntabilitas," ujarnya.

Hamdan memandang, Ketiga hal tersebut penting dalam demokrasi kedepannya. Jika mampu terlaksana maka akan timbul kepercayaan  terhadap hasil Pemilos. Apalagi pada saat ini sudah dipergunakan Teknologi dalam pelaksanaan Pemilos.

"Mudah-mudahan Pemilos di Kulon Progo berjalan dengan lancar, dari awal hingga selesai. Termasuk juga penerimaan pada hasilnya nanti. Semoga dari Kulon Progo akan tumbuh kembang benih-benih demokrasi dari generasi muda Kulon Progo untuk menyongsong gelaran pemilu selanjutnya," ungkap Hamdan.

Adapun Berdasarkan update terakhir, tanggal  30 September 2021 pukul 15.00,  dari 111 Sekolah, Pada Pemilos Serentak Daring 2021 terdapat 77 Sekolah yang mengikuti Pemilos, atau 69 % Sekolah.  Ada 226 Kandidat yang berlaga di masing-masing sekolahnya, ada 445 TPS yang menampung pemungutan, dan ada 27.917 Pemilih.(hrn)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00