Wacana Tiga Periode, Muhammadiyah Anggap Elit Tak Bernurani

KBRN, Yogyakarta: Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, mengecam sikap elit dan juga pengamat politik di negeri ini yang tidak berempati dengan musibah pandemi yang terjadi. Kecaman keras itu dilontarkan Haedar, Senin (28/6/2021) siang, menyikapi akrobat politik yang melukai rasa kemanusiaan. 

Haedar Nashir mengatakan, jika tidak tertangani dengan seksama dan optimal, imbas terbesar pandemi akan dirasakan rakyat kecil, yang mirisnya masih menjadi mayoritas di Bumi Pancasila

Dirinya pun meminta kepada para elit yang sedang berakrobat dengan kontroversi wacana presiden tiga periode maupun isu-isu panas lainnya, alangkah bijaksana bila menghentikan kegaduhan.  

"Hentikan isu itu dan biarlah menjadi bagian dari wacana sesaat, sebaliknya alangkah elok bila dihentikan demi mencegah kedaruratan. Kasihan rakyat kecil yang menanggung beban berat akibat pandemi maupun oleh kondisi kehidupan kebangsaan yang sarat beban," paparnya. 

Di tengah gejolak tinggi pandemi yang terus meningkat setiap harinya, Haedar mengaku tak habis pikir dengan sikap elit dan pihak-pihak tertentu yang memikirkan pertarungan politik di tahun 2024 mendatang. Padahal, rakyat tengah dalam himpitan ekonomi yang berat. 

"Rakyat kecil itu hanya mempertahankan diri, bisa bekerja serabutan, dan mencari sesuap nasi saja betapa susah dan sangat tidak mudah. Mereka serba terbatas dalam segala hal, sehingga pandemi ini makin menambah beban hidup bagi saudara-saudara kita yang rakyat kebanyakan itu,” jelas Guru Besar Fisipol UMY itu. 

Sebagai ormas yang lebih dari satu abad berkhidmat untuk kemajuan dan kesejahteraan umat, Muhammadiyah merasa prihatin dengan lonjakan tajam kasus Covid-19 akhir-akhir ini. Kematian pasien Covid-19 di negeri ini sampai Minggu kemarin, telah mencapai 57.138 jiwa. 

Belum lagi, Rumah Sakit (RS) yang overload, demikian pula para dokter dan tenaga kesehatan serta petugas lainnya bekerja super ekstra melebihi beban. Banyak di antara mereka akhirnya terpapar Corona dan tak sedikit yang meninggal dunia. 

Elit kenyang

Dampak sosial-ekonomi dan efek lainnya akibat pandemi ini semakin berat. Seharusnya, ujar Haedar,  seluruh elemen bangsa ini bahu membahu memikirkan solusi terbaik agar pandemi segera selesai. Muhammadiyah mengecam sikap tanpa nurani serta memikirkan kepentingan politik pribadi maupun kelompok yang ditampakkan sejumlah elit dan parpol belakangan ini. 

“Kehidupan rakyat semakin susah dan banyak tekanan. Ancaman jiwa oleh virus Covid-19 sangat besar dan mematikan. Tidak tahu persis kapan kondisi dan musibah berat ini akan berakhir," ujar dia. 

Haedar menduga para elit yang terus berdebat soal memperpanjang kekuasaan atau isu panas lainnya, memang tidak terganggu dengan pandemi. Mereka telah mapan (establish) dalam segala hal, bahkan berlebih. 

“Mungkin dengan memproduksi isu-isu kontroversial malah akan mendapat lebih banyak nilai-tambah bagi para elit itu. Namun bagaimana dengan tanggung jawab etik dan sosial di tengah bangsa yang tengah menghadapi musibah besar? Di sinilah kearifan para elit sangatlah diharapkan,” tegas Haedar. 

Muhammadiyah pun mengajak agar seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali, harus bersinergi serta bergandengan tangan demi mengatasi persoalan wabah Corona yang tak kunjung mereka. Ketua Umum PP Muhammadiyah juga mengingatkan agar seluruh elemen bangsa berdoa sembari berikhtiar agar musibah global ini segera diangkat Allah SWT. 

"Beberapa tahun ke depan tentu merupakan hari-hari yang sulit dan berat bagi bangsa Indonesia. Kita terus ikhtiar dan munajat kepada Tuhan agar mampu keluar dari musibah yang sangat berat ini,” tandasnya. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00