Pendidikan Pengawas Pemilu Mulai Digelar Bawaslu

KBRN, Yogyakarta: Sebanyak 211 orang relawan di Yogyakarta mendaftar untuk mengikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu. Mereka semua akan mengikuti pembukaan kegiatan SKPP, Selasa (15/6) siang, secara daring dari Gresik Jawa Timur. 

"Bawaslu pusat akan membuka kick off pelaksanaan SKPP besok Selasa secara serentak melibatkan 100 daerah, termasuk lima kabupaten/kota di DIY, " tutur Amir Syarifuddin,  Komisioner Bawaslu DIY, Senin (14/6/2021) pagi.

Ketika diwawancarai, Amir menuturkan pentingnya relawan demokrasi mengawasi dan mengawal tahapan pesta demokrasi membuat Bawaslu menggelar SKPP.

Untuk wilayah DIY, hingga 28 Mei lalu, yang menjadi batas waktu pendaftaran relawan SKPP, tercatat ada 219 orang yang mendaftar untuk mengikuti pendidikan singkat tersebut. 

"Tapi setelah kami verifikasi tinggal 211 orang yang akan mengikuti pelatihan. Ini karena setelah dicermati by name satu per satu ada yang ganda. Mungkin ada calon peserta daftar beberapa kali, dan awalnya dikira gagal," kata Amir. 

Dari peserta yang terdaftar, relawan dari Kulon Progo menjadi yang terbanyak dengan 54 orang pendaftar. Diikuti Kabupaten Sleman dengan 51 orang pendaftar. 

Sementara di posisi ketiga pendaftar terbanyak berasal dari Kabupaten Bantul dengan 41 pendaftar. Disusul Kota Yogyakarta dengan 38 orang pendaftar.  Sedangkan Kabupaten Gunungkidul hanya 26 orang relawan yang mendaftar. 

Ketua Bawaslu DIY Bagus Sarwono kepada RRI menuturkan, salah satu alasan utama Bawaslu menggelar SKPP di antaranya untuk menyiapkan kader pengawas pemilu yang handal, termasuk ketika mengidentifikasi pelanggaran pemilu. 

"Ini merupakan upaya Bawaslu untuk menyiapkan kader-kader relawan demokrasi yang mampu mengawal tahapan demokrasi dengan baik.  Di saat tidak ada momentum pemilu seperti sekarang ini menjadi saat yang tepat untuk menggelar pelatihan," terangnya. 

Bagus Sarwono menyebutkan, kader-kader yang mendapat pendidikan demokrasi dan kepemiluan sangat penting artinya untuk mengawal perkembangan demokrasi di Tanah Air, baik dalam tataran pesta demokrasi daerah maupun nasional. 

"Ini penting artinya untuk menumbuhkan iklim demokrasi yang baik di Indonesia," tandasnya. 

Pemateri dan pengajar dalam Sekolah Kader Pengawas Partisipatif diambilkan dari praktisi, akademisi dan juga penggiat atau aktivis demokrasi yang telah lama fokus pada pengawasan pemilu. 

Program pendidikan ini dibagi dalam tingkatan yaitu dasar, menengah dan lanjutan yang dimulai bulan Juni hingga Oktober mendatang. Secara nasional total ada 22.567 relawan yang mendaftar di SKPP tahun ini. (ros/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00