Bertemu di Yogyakarta, Muhammadiyah dan PKS Bahas Soal Kebangsaan

KBRN, Yogyakarta: Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Selasa (8/6/2021) siang, menerima silaturahmi dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta. Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir menyambut rombongan partai yang dipimpin H Ahmad Syaikhu sebagai Presiden PKS. Haedar pun didampingi jajaran pengurus teras Muhammadiyah.

Silaturahmi dan dialog yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu membahas berbagai persoalan kebangsaan. Di antaranya mendiskusikan bagaimana Indonesia ke depan, khususnya tantangan dari dalam dan luar negeri yang dihadapi bangsa ini.

“Kami juga membahas persatuan dan kemajuan, potensi yang dimiliki bangsa ini hebat-hebat, tetapi secara koletif dan sistem harus memacu diri agar Indonesia menjadi negara yang maju,” ujar Haedar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah menilai tantangan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara tentu selalu ada. Namun Indonesia, diyakini Haedar, akan dapat menghadapi tantangan itu.

“Indonesia memiliki modal politik, budaya, rohani dan modal sosial yang besar. Nantinya, Indonesia bisa menjadi bangsa yang besar. Untuk mewujudkannya, butuh kekuatan yang bisa menjadi penyeimbang pemerintah,” katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan, kondisi kehidupan kebangsaan dianggap masih berada di dalam koridor demokrasi dan konstitusi. Tetapi di satu sisi, bangsa ini juga menghadapi sejumlah masalah dalam kehidupan berdemokrasi di mana maraknya politik transaksional yang terjadi, politik yang cenderung mengarah ke oligarki dan politik yang sampai batas tertentu oportunistik serta nir etika. 

Sementara dalam konteks kehidupan kebangsaan maupun politik yang menjadi arena partai politik PP Muhammadiyah meminta agar semua pihak harus berdiri tegak di atas konstitusi.

“PP Muhammadiyah turut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai rujukan bangsa kita termasuk di dalam politik. Jangan sampai Pancasila berhenti pada lisan, tulisan, dan retorika,” lanjut Haedar.

Muhammadiyah juga berpesan agar PKS dan semua elit politik menjadikan Pancasila sebagai political behaviour alias menjadi pola perilaku politik yang didasarkan pada sila-sila Pancasila. Di antaranya nilai Ketuhanan yang Maha Esa, nilai kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai persatuan Indonesia, nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00