Polres Bantul Ungkap Penjualan Narkotika secara Online

Barang bukti penyalahgunaan narkoba yang diamankan Polres Bantul

KBRN, Bantul : Sebanyak 17 kasus penyalahgunaan narkoba berhasil diungkap Kepolisian Resor Bantul sepanjang bulan Februari kemarin, dengan sebagian di antaranya, melakukan perniagaan secara daring.

Kasatresnarkoba Polres Bantul, AKP Archye Nevadha Rabu (03/03) total sebanyak 18 orang diamankan, terdiri dadi 1 orang wanita dan 17 laki-laki. Barang bukti yang disita sebanyak 0.52 gram shabu, 0.38 gram ganja, 102 butir psikotropika, dan 1733 butir obat dartar G.

Untuk jual beli daring, menurutnya, mayoritas dilakukan pada penyalahgunaan obat daftar g. Karena penjualannya harus dilakukan oleh apoteker yang berijin. Sehingga pada mereka juga diberlakukan pelanggaran pasal 196 UU Kesehatan dengan pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 milyar.

"Jual beli online terang-terangan, itu yang penyalahgunaan obaya atau obat daftar G. Dengan keuntungan 100 persen, belinya 30 ribu, dijualnya 300 ribu," jelasnya, Rabu (3/3/2021).

Lebih lanjut Archye mengatakan, mayoritas tersangka berusia produktif. Mayoritas mereka melakukan penyalahgunaan ini untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Di mana akibat pandemi ini, menurut Archye, banyak yang kesulitan dan tidak memiliki pekerjaan.

Sehingga selain residivis, ada banyak tersangka baru yang ditangkap. Jumlah kasus ini juga mengalami peningkatan dibanding bulan Januari yang hanya ada sembilan kasus dengan sepuluh tersangka. (dev/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00