Seorang ASN Laporkan Suaminya Sendiri Atas Dugaan Perselingkuhan

Pelaporan ke kepolisian (ist/RRI).

KBRN, Kulon Progo : Seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Sutarsih, (45), warga Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, melaporkan suami sendiri ke pihak kepolisian. Pelaporan ini dilakukan karena sang suami melakukan dugaan tindakan tidak terpuji berupa perselingkuhan dengan perempuan lain.

Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Iptu Nengah Jeffry mengatakan, kejadian diduga perselingkuhan oleh suami korban yang berprofesi seorang oknum guru di Kulon Progo tersebut terjadi pada hari Sabtu (27/2) di sebuah kontrakan di kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon, Kulon Progo. Pelaku pria yang merupakan suami korban bernama MT, (53) warga kalurahan Kalirejo, kapanewon Temon, Kulonprogo. Sedangkan, pelaku wanita bernama TR (45) warga Kalurahan Wates, Kulon Progo.

Jeffry menjelaskan, kejadian berawal saat korban melihat suaminya berboncengan dengan pelaku wanita pada Sabtu (27/2) pagi. Melihat hal ini, Korban kemudian membuntuti kedua pelaku hingg ke sebuah rumah kontrakan.

Sesampainya di kontrakan, Sutarsih kemudian menghubungi Babinsa Kalurahan Kalirejo. Mereka kemudian masuk ke dalam kontrakan, dan di dalamnya terdapat suami dan pelaku wanita. 

"Keduanya didapati berada dalam satu kamar," ucap Iptu Jeffry saat dikonfirmasi pada Selasa (2/3/2021).

Setelah dibawa ke Polsek Temon, pelaku pria beralasan, hanya meminta tolong kepada pelaku wanita untuk mengerok badannya yang sedang tidak bersahabat. Namun demikian, korban tidak percaya dengan penuturan pelaku sehingga tetap dilaporkan ke Polsek Temon.

"Kedua pelaku juga saat ini tengah diminta keterangan lebih lanjut," ungkap Jeffry.

Terpisah, Kapolsek Temon Kompol Riyono membenarkan jika tengah menyelidiki kedua pelaku. Pelaku wanita diketahui juga telah memiliki suami sah. 

"Saat peristiwa perselingkuhan, istri dari pelaku pria juga sempat mengamuk karena memergoki suaminya bersama perempuan lain di sebuah rumah kontrakan," tuturnya. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00