Listyo Sigit, Calon Kapolri yang Hormati Guru

KBRN, Yogyakarta : Tak banyak yang tahu, termasuk warga Yogyakarta sendiri, apabila Komjen Polisi Listyo Sigit Prabowo pernah tinggal dan mengenyam pendidikan di Kota Pelajar ini. Meski terbilang singkat dan harus berpindah-pindah mengikuti kedinasan orang tua, ternyata sosok Listyo Sigit masih diingat oleh guru dan teman-temannya di SMAN 8 Kota Yogyakarta.

Salah satu yang masih teringat akan perangai sosok Kabareskrim itu adalah Sri Suyatmi S.Pd. Salah satu pengajar senior yang kini menjabat Kepala SMAN 8 Yogyakarta mengatakan, jenderal bintang tiga kelahiran 51 tahun silam tersebut adalah sosok yang cerdas serta menghormati guru-gurunya di sekolah.

“Saat reuni akbar lustrum IX SMA 8 tahun 2019 lalu, Pak Listyo datang ke sini. Selain hadir, Pak Listyo juga minta restu dan doa dengan sowan kepada guru-gurunya," ujar Sri Suyatmi.

Sementara kecerdasan dan bakat memimpin juga tampak dari mantan Kapolres Surakarta, Jawa Tengah itu. Dalam ingatan Sri Suyatmi, ketika Listyo hadir di acara reuni akbar, calon tunggal Kapolri itu juga memberikan motivasi kepada para pelajar SMAN 8 Yogyakarta.

“Selain bertemu dengan guru-guru, saat Lustrum dua tahun lalu, Listyo juga berbagi pengalaman dan ikut memotivasi siswa-siswa di sini,” tutur pendidik yang sebentar lagi memasuki masa purna tugas itu.

Sri Suyatmi sendiri mendukung pencalonan mantan Kadiv Propam dan Kapolda Banten itu sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis. Dirinya yakin, anak didiknya tersebut mampu mengemban amanah sebagai pucuk pimpinan institusi Polri.

“Melihat latar belakang beliau saat masih duduk di bangku sekolah, kami yakin beliau mampu mengembang tugas tersebut,” tandas Sri Suyatmi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yuliyanta, Senin (18/1/2021) siang, menyatakan, seluruh jajaran Polda DIY mendukung secara bulat Presiden Joko Widodo untuk posisi Kapolri yang baru. Yuliyanta membantah adanya faksi seperti isu yang beredar di publik.

“Kami semua yakin dengan pilihan Pak Presiden. Sebab itu, jajaran Polda DIY mendukung penuh Komjen Listyo Sigit sebagai Kapolri yang baru,” tuturnya.

Terpisah, penceramah milenial, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang kerap disapa Gus Miftah menyatakan, dirinya tak mempersoalkan calon Kapolri yang berasal dari kalangan nonmuslim.

Dalam sebuah video pendek yang diunggah ke akun media sosial miliknya, Senin siang, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman itu menyatakan, Polri bukan institusi keagamaan ataupun lembaga dakwah. Gus Miftah pun menolak berpolemik dengan keyakinan Listyo Sigit Prabowo.

“Banyak yang tanya ke saya, apa pendapat Gus Miftah terhadap pengangkatan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri? Kan dia orang non Islam Gus? Hei bro, ingat ya, Polri itu lembaga negara yang mengurus kamtibmas, bukan lembaga dakwah. Di Polri itu semua agama ada. Itu artinya apa? Kapolri tidak harus seorang Muslim,” tutur dia.

Pendakwah yang dekat dengan kalangan sosialita dan selebritis itu menambahkan, sosok yang tepat menduduki posisi Kapolri harus didasarkan integritas dan profesionalitas.

“Siapa pun dia, asal profesional, punya kapasitas, punya kapabilitas, layak untuk menjadi Kapolri, dan Komjen Sigit memenuhi syarat itu,” ungkapnya. (ros/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00