Usulan Kapolri Baru, JCW Minta Jangan Ulangi yang Dulu

ilustrasi Jajaran Kepolisian melakukan penyemprotan desinfektan di kawasan Tugu (dok RRI)

KBRN, Yogyakarta : Lima calon Kapolri baru telah diterima Presiden Joko Widodo yang nantinya diusulkan sebagai pengganti Kapolri yang tidak lama lagi memasuki masa pensiun.

Dari kelima calon itu, diungkapkan Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharuddin Kamba, Presiden  perlu mempertimbangkan calon Kapolri pengganti Jenderal Polisi Idham Azis yang memiliki komitmen tinggi dalam agenda pemberantasan korupsi di internal korps bhayangkara.

Menurutnya, pemilihan calon Kapolri 2021 ini diharapkan jangan mengulang kembali munculnya polemik dan kontroversi tatkala presiden mengirimkan surat usulan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kandidat tunggal Kapolri pada 9 Januari 2015 silam.

"Mengingat pada 13 Januari 2015, KPK mengumumkan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai tersangka saat Komjen Pol Budi Gunawan menjabat Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi SDM Polri pada tahun 2003-2006," kata pegiat antikorupsi itu, Selasa (12/1/2021).

Ia mengharapkan, Presiden Jokowi dapat mengikutsertakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk mengetahui tingkat kepatuhan dalam Laporan Harta Kekayaan  Pejabat Negara (LHKPN) atau pun mengecek ada tidaknya transaksi keuangan yang mencurigakan.

Calon Kapolri ditambahkannya, tidak hanya memiliki chemistry dengan Presiden Jokowi tetapi juga memiliki semangat antikorupsi khususnya di internal tubuh Polri.

"Harus dipastikan calon Kapolri bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme," ujarnya.

Selain itu, perlu kerjasama dengan sejumlah aparat penegak hukum lainnya apabila terjadi tindak pidana korupsi di tubuh Polri sendiri.

"KPK dilibatkan dalam pengusutan dugaan tindak pidana korupsi. Apabila terjadi," ungkapnya.

Sementara, Kelima nama calon Kapolri tersebut semuanya jenderal bintang tiga atau berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi. Yakni Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Kalemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto, Kabarhankam Polri Komjen Pol Agus Andrianto, dan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.

Dari kelima calon tersebut, nantinya Presiden akan mengirim satu nama ke DPR RI dalam hal ini komisi III untuk mengikuti fit and proper test calon Kapolri. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00