Sat Pol PP Gunungkidul Optimalkan Pengawasan PTKM

KBRN, Gunungkidul : Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Gunungkidul ditunjuk sebagai OPD yang akan melakukan pengawasan Perketatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol-PP Gunungkidul, Agus Priyanto mengatakan, pengawasan tersebut akan dilaksanakan mulai diberlakukanya PTKM tanggal 11-25 Januari 2021. Dalam pengawasan awal pihaknya akan memantau dan belum melakukan tindakan tegas terhadap pelaku usaha maupun kuliner yang belum mematuhi instruksi. Satpol PP akan memulai pengawasan pukul 18.00 WIB.

"Masa awal akan kita pantau dulu, kita lihat seperti apa respon masyarakat dalam penerapan SPTKM," katanya kepada rri.co.id, Selasa (12/1/2021).

Agus menambahkan, sebanyak 14 personel diterjunkan dan terbagi dalam 2 regu. Sebagian personel berasal dari aparat Polres Gunungkidul.Fokus pengawasan Satpol PP kan dilaksanakan di 4 kapanewon diantaranya Wonosari, Playen, Karangmojo, dan Semanu.

"Patroli hari pertama ini menyasar sejumlah rumah atau warung makan, termasuk titik-titik yang biasanya terdapat keramaian," ujarnya.

Dalam penerapan PTKM ini salah satu sektor usaha yang terdampak adalah bakmi jawa. Sebab bakmi jawa biasanya dijajakan pada malam hari.

Marketing bakmi jawa 'Mbah Jari,' Puri Aprimardianti menyatakan, pihaknya terpaksa merubah sistem penjualan dari makan ditempat menjadi beli dibawa pulang atau take away.

"Kita menggunakan sistem take away, pesan dulu kalau udah jadi nanti diambil dan dibawa pulang." katanya.

Penerapan take away tersebut sudah sesuai dengan instruksi PTKM. Bupati Gunungkidul Badingah, meminta kegiatan makan di tempat dibatasi hanya 25 persennya. Warga lebih dianjurkan membawa pulang makanan yang mereka beli.

"Selama masa PTKM ini, kepatuhan warga terhadap prokes lebih diperkuat," kata Bupati Gunungkidul, Badingah, di rumah dinas bupati akhir pekan kemarin. (wib/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00