Kasus Penemuan Mayat dan Orang Meninggal Mendadak Naik Signifikan di Kulon Progo

KBRN, Kulon Progo : Kasus penemuan mayat dan peristiwa orang meninggal mendadak yang ditangani oleh Polres Kulon Progo, mengalami kenaikan cukup signifikan pada tahun 2020. Untuk kasus penemuan mayat, meningkat menjadi 28 kasus jika dibandingkan dengan 18 kasus di tahun sebelumnya. Peningkatan juga terjadi di kasus orang meninggal mendadak menjadi 28 dari sebelumnya hanya satu kasus. 

Kapolres Kulon  Progo, AKBP Tartono mengatakan, peningkatan dua kasus itu bisa terjadi karena sejak awal 2020, telah diinstruksikan agar seluruh anggota Polres Kulon Progo untuk menangani peristiwa non pidana dan kasus pidana. 

"Sehingga saat dievaluasi di akhir tahun, jumlahnya naik," ujar AKBP Tartono di jumpa pers perkembangan situasi Kamtibmas sepanjang 2020 di Aula Mapolres Kulonprogo, Jumat (31/12/2020).

AKPB Tartono menjelaskan, selain menangani kasus penemuan mayat dan orang meninggal mendadak, pihaknya juga menangani kasus non pidana lain, seperti bunuh diri, tenggelam dan hanyut disungai, tersengat listrik, tertabrak kereta api, terperosok ke dalam sumur, meninggal dunia disebabkan sakit, kecelakaan laut, jatuh dari pohon, tanah longsor,  pohon tumbang, tercebur di galian proyek hingga temuan kendaraan bermotor. 

"Jika biasanya dilewatkan, di kami Kasus-kasus non pidana ini jadi perhatian yang ke depan yang akan tetap di evaluasi," ujarnya.

Tartono menguraikan, pihaknya juga terus berupaya secara intens mengungkap dan menangani kasus-kasus kriminal dan narkotika sepanjang tahun. Dalam catatan akhir tahun Polres Kulon Progo, kasus kriminal meningkat sekitar 121,5 persen menjadi 536 kasus di 2020 dari 294 kasus di 2019. Sementara untuk narkoba juga naik 9 kasus dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kulon Progo, AKP Munarso mengatakan, pihaknya siap menangani kasus kriminal termasuk jika ada laporan yang masuk. Adapun hasil penanganannya, tergantung dari penyelidikan. 

"Sebagai contoh orang jatuh dari pohon, kami juga harus memastikan jika kejadian ini tidak ada tindak pidananya," ungkap Munarso. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00