Kasus Kejahatan di DIY Meningkat

Kapolda DIY Irjen Asep Suhendar

KBRN, Yogyakarta : Selama tahun 2020, trend kejahatan di Yogyakarta meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sesuai data pihak kepolisian, kisaran kasusnya mencapai 4.694 kasus, naik 1.241 kasus atau sekitar 35,94 persen dari tahun 2019 yang berjumlah 3.453 kasus.

Jenis kejahatan tersebut, antara lain seperti perkosaan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga penyalahgunaan narkoba.

Urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota, menjadi salah satu pemicu tingginya angka kriminalitas, jika penduduk kota yang makin banyak tidak memiliki pekerjaan.

”Dan perut lapar tidak bisa menunggu, kalau dia gelap mata dan tidak sabar, pasti larinya ke kriminalitas,” kata Kapolda dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Mapolda DIY, Selasa (29/12/2020).

Disamping itu, pandemi korona yang masih berlangsung, juga mempengaruhi tingginya angka kriminalitas. Meski diakui Kapolda, pada awal pandemi kasus kejahatan belum terlalu menonjol.

”Ketika bulan Juli sampai Agustus ada tatanan kehidupan yang baru, kejahatan sudah meningkat lagi, penyebabnya berbagai faktor,” lanjut dia.

Dari lima wilayah hukum di jajaran Polda DIY, Kabupaten Gunungkidul menempati peringkat pertama, sebagai wilayah paling rawan kejahatan dengan total 1.644 kasus.

Kemudian peringkat kedua ditempati Kabupaten Sleman, dengan jumlah kejahatan mencapai 1.160 kasus. Peringkat ketiga Kota Yogyakarta dengan 642 kasus.

Sedangkan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo, masing-masing 454 kasus dan 243 kasus. (ws/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00