12 Remaja Pelaku Konvoi Ditangkap Polres Kulon Progo

KBRN, Kulon Progo : Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kulon Progo, berhasil mengamankan 12 orang yang melakukan tindakan meresahkan masyarakat pada Kamis 24 Desember 2020. Dalam sebuah video yang viral di media sosial beberapa waktu lalu, para pemuda tanggung melakukan tindakan berbahaya dengan bersepeda motor membawa senjata tajam serta minuman keras.

Kasatreskrim Polres Kulon Progo, AKP Munarso mengatakan, pada 24 Desember 2020 sekitar pukul 03.00 WIB, Satreskrim memperoleh informasi dari tim khusus patrolicyber Polres Kulon Progo jika ada video viral yang meresahkan. Mendapati hal ini, kemudian dilakukan tindaklanjut oleh tim buru sergap dan tim mawar untuk mencari identitas pelaku.

"Sekitar pukul 9 pagi kami sudah bisa mendapatkan identitas pelaku yang ada di video tersebut. Kemudian kami menyelidiki dengan mendatangi para pelaku," ucap AKP Munarso, di Polres Kulon Progo, Senin (28/12/2020).

Dari keterangan para pelaku, lanjut Munarso, diketahui mayoritas dari mereka masih berstatus pelajar dan di bawah umur. Sedangkan pelaku lain berinisial YP (26) merupakan warga panjatan Kalurahan Depok Kapanewon Panjatan, yang di dalam video tersebut membawa senjata tajam berupa celurit.

Adapun pengambilan video tersebut dilakukan pada tengah malam di tanggal 24 Desember 2020 di Jembatan Srandakan. Para pelaku diketahui baru menghadiri sebuah acara internal di sebuah pantai di wilayah Selatan Yogyakarta.

"Aksi yang mereka lakukan memang tidak menimbulkan kerugian. Namun hal ini meresahkan masyarakat, karena video tersebut menggambarkan ancaman kekerasan," ungkapnya.

Munarso menuturkan, YP yang kini sudah berstatus tersangka, sebelumnya sudah pernah terlibat proses hukum di wilayah Jakarta. Namun dalam kasus ini, YP tidak sampai ranah ke pengadilan karena ada restorative justice dan lainnya.

Sementara itu, tersangka YP (26) warga yang berdomisili di Depok Panjatan membenarkan jika telah membawa senjata tajam. Benda berbahaya tersebut dibawa untuk berjaga jaga karena diperoleh informasi akan ada penyerangan kepada kelompoknya saat perjalanan pulang dari privat party.

"Senjata tajamnya buat jaga jaga. Kalau ke wetan (ke Jogja,-red) suka ketemu geng lain," ungkapnya.

Kepada wartawan, YP menuturkan, pihaknya tidak tahu siapa yang membuat video tersebut apaka berasal dari anggotanya ataupun dari masyarakat yang melintas. Adapun dari penyidikan yang dilakukan, berhasil disita sejumlah barang bukti di antaranya 5 unit sepeda motor beserta surat kendaraan, 1 buah celurit, 1 buah gir beserta talinya, alat komunikasi, kaos bertuliskan ‘SUDWAT ALL BASE’.

Atas penyidikan yang dilakukan, YP ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam. Hal ini melanggar pasal 2 Ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 tentang Menguasai Senjata Tajam dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Sementara untuk 11 anak lainnya yang masih duduk di bangku sekolah, dilakukan pembinaan oleh pihak berwajib bekerjasama dengan pihak sekolah dan orang tua. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00