Oknum Angota DPRD Kulonprogo Dituding Beri Keterangan Palsu dalam Pileg 2019

Ilustrasi Pelaporan

KBRN, Kulon Progo : Kader Partai Gerindra Kulon Progo, Kalis Gatot Rahardjo, menuding oknum anggota dewan setempat, berinisial SPT, memberikan keterangan palsu saat membuat surat kelengkapan pencalonan dalam Pileg 2019.

Menurut Gatot, SPT diduga menyatakan tidak pernah dijatuhi pidana penjara saat mengajukan permohonan surat keterangan dari Pengadilan Negeri (PN) Wates.

"Padahal jelas-jelas SPT sudah pernah dijatuhi hukuman pidana atas kasus pemalsuan surat pada 2016 lalu," kata Gatot, Senin (19/10/2020).

Gatot menambahkan, putusan dari Mahkamah Agung tersebut tertuang dalam Surat Nomor 53 K/Pid/2016. Di dalamnya memuat, SPT terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemalsuan surat. Atas hal itu, anggota lagislatif warga Temon tersebut dijatuhi hukuman pidana enam bulan penjara, namun hukuman itu tidak perlu dijalani oleh SPT dengan masa percobaan satu tahun. 

"Sebagai kader partai, saya merasa malu atas perbuatan tersebut. Apalagi, yang bersangkutan lolos dalam Pileg 2019," imbuhnya.

Gatot kemudian membawa kasus ini ke jalur hukum, yakni melaporkan SPT ke Mapolres Kulon Progo dengan tuduhan membuat pernyataan palsu dan menggunakan surat keterangan palsu pada pencalonan Pileg 2019,

"Mudah-mudahan segera diproses pihak berwajib," tegasnya. 

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry menyampaikan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait kasus SPT. 

"Belum ada laporan itu, sampai sekarang belum ada. Jika memang ada, nanti saya infokan," tandas Jeffry. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00