Rebutan Bayi, Kejahatan Berkedok Adopsi Terkuak

KBRN, Yogyakarta : Jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil membongkar kasus yang terbilang langka di Yogyakarta, yaitu kasus jual beli bayi. Tindak pidana perdagangan manusia berkedok adopsi bayi ini dilakukan tiga orang tersangka dengan menawarkan bayi melalui media sosial facebook.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta AKP Rico Sanjaya kepada awak media, Selasa (07/07/2020) siang mengungkapkan, terbongkarnya sindikat penjualan bayi ini berawal dari keributan antara tersangka utama berinisial SBF yang bertindak sebagai makelar dengan seorang wanita berinisial RA yang berniat menjadi calon ibu bagi sang bayi di RS Pratama Yogyakarta.

Keributan itu terjadi pada 12 Mei silam dan ternyata baik SBF maupun RA bukanlah orangtua bayi berusia dua tahun itu. Akhirnya polisi berhasil membongkar sindikat perdagangan manusia berkedok adopsi bayi.

“Kronologisnya awalnya sempat terjadi cekcok atau pertikaian antara seorang warga dengan tersangka inisial SBF yang mengaku bisa memberikan adopsi anak dengan biaya Rp 20 juta,” ujarnya di Mapolresta Jogja.

Tersangka SBF alias Lestari menawarkan bayi berusia dua tahun untuk diadopsi dengan biaya Rp 20 juta. Lestari berkomunikasi intens dengan RA lewat facebook dan kemudian mereka sepakat bertemu di RS Pratama pada 12 Mei. Ketika bertemu, RA yang awalnya menyepakati harga sang bayi sebesar Rp 20 juta kemudian mengingkari kesepakatan.

“Saat itulah terjadi cekcok dan keduanya kami bawa ke kantor kepolisian. Dari situlah baru kita mengetahui kalau ini perdagangan manusia,” terangnya.

AKP Rico Sanjaya menambahkan, setelah dilakukan investigasi, polisi berhasil mengamankan dua tersangka lainnya dalam waktu yang berbeda. Salah satunya berinisial JEL, seorang bidan yang juga menjadi penyandang dana bagi sindikat dan sekaligus tempat penitipan bayi sebelum dijual.

“JEL ini bidan di Kota Yogyakarta dan sempat mendanai SBF untuk membayar biaya pengganti kepada ibu sang bayi EP seharga Rp 6 juta,” tutur Rico.

Aparat kepolisian juga menahan tersangka berinisial EP, ibu sang bayi warga Kabupaten Cilacap Jawa Tengah berusia 24 tahun pada awal bulan Juli. SBF menemukan EP juga lewat media facebook di mana, tersangka menawarkan bayinya sendiri dengan kalimat, ‘seorang bayi laki-laki mencari adopter’.

“EP ini sudah bercerai dari suaminya tapi dia punya kekasih, dan anak itu adalah hasil hubungan gelap,” sebut Kasatreskrim yang baru menjabat kurang dari satu bulan di Polresta Jogja.

Setelah berhasil mendapatkan bayi perempuan dari EP, SBF alias Lestari kemudian menawarkan sang bayi di facebook dengan postingan, ‘baby boy mencari adopter lokasi Jogja’. Postingan itu ternyata dibaca oleh RA. Keduanya pun sepakat bertemu di sebuah waralaba Circle K Jalan Kusumanegara Kota Yogyakarta.

“Saudari RA ini ternyata punya masalah dengan mertuanya. Dia ada permasalahan kesehatan, sehingga tubuhnya tidak bisa mempunyai keturunan. RA hanya ingin menjadi orangtua asuh dan menunjukkan kepada mertuanya, kalau dirinya sudah melahirkan. RA sendiri sebenarnya tidak mempunyai dana untuk mengadopsi,” papar Rico.

Ketiga tersangka dikenakan pasal berlapis tentang UU Perlindungan Anak dan tindak pidana perdagangan orang. Tersangka yaitu SBF, JEL dan EP kini ditahan di Mapolresta Yogyakarta sembari menunggu proses peradilan di meja hijau.

“Terhadap ketiga pelaku itu diterapkan pasal 76F juncto  pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun. Nah, tentang motif dari ketiga pelaku ini (menjual bayi) karena motif ekonomi,” tandasnya. (ros/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00