Polres Klaten Sita Ratusan Botol Miras Berbagai Merk

KBRN, Klaten :  Polres Klaten berhasil menyita ratusan 350 botol minuman keras berbagai merk dari beberapa wilayah  di Kabupaten Klaten. Dari hasil miras yang disita, polisi juga  menemukan ciu jenis baru, yakni ciu ‘gedang klutuk’.

Kasat Sabara Polres Klaten, AKP Edi Sukamto mengatakan, selama kurun waktu 11 hari (19 hingga 30 Juni) Polres Klaten berhasil menyita 350 botol  miras berbagai merk di antaranya anggur merah, anggur putih, bir Bintang, ciu gedang klutuk, bir drum dan lainnya.

“Selama kurun waktu tersebut, Polres Klaten melakukan 125 kegiatan dari beberapa botol berisi miras itu ada ciu jenis baru yakni ciu gedang klutuk,” ungkapnya, saat jumpa pers di Mapolres Klaten Jumat (3/7/2020).

Menurut AKP Edi, biasanya ciu yang beredar di lapangan berupa ciu murni. Namun kali ini ada ciu jenis baru, yakni ciu ‘gedang klutuk’. Harga ciu gedang klutuk dengan ciu murni sama, yakni Rp40 ribu per botol ukuran 1,5 liter.

“Jumlah ciu gedang klutuk mencapai 115 botol," tandas  AKP Edi Sukamto.

Dikatakannya, para pedang miras yang tertangkap menjual barang haram tersebut dikenai pasal tindak pidana ringan (tipiring). Selain itu juga dilakukan pembinaan karena kadar miras yang dijual tak sampai lima persen.

"Yang dilakukan tipiring ada dua, yakni dari Pedan dan Klaten [perkotaan]. Selain itu, kami lakukan pembinaan kepada 93 orang," ungkapnya.

Lebih Lanjut Kasat Sabara Polres Klaten, AKP Edy Sukamto mengatakan, miras merupakan musuh bersama. Dalam Pemberantasannya diharapkan seluruh elemen masyarakat di Klaten diminta untuk proaktif melaporkan tempat-tempat penjualan miras kepada anggota kepolisian.

Sementara itu Wakapolres Klaten, Kompol Adi Nugraha, mewakili Kapolres mengatakan walaupun situasi pandemi Covid-19, Polres Klaten siap selalu menjaga keamanan ketertiban masyarakat di Klaten.

“Mohon doa restu dan dukungan dari seluruh warga masyarakat Klaten sehingga kondisi kondusif dan pemberantasan minuman keras miras akan terus dilakukan.” tegasnya. (ril/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00