Pasuri di Klaten Terlibat 10 Kali Kasus Curanmor

KBRN, Klaten : Tim Resmob Satreskrim Polres Klaten berhasil menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang melakukan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) sebanyak 10 kali di Wilayah Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten.

Pasangan suamai istri tersebut tinggal di sebuah rumah kontrakan di Dukuh Kaliwingko, Desa Banaran, Kecamatan Delanggu. Mereka ditangkap polisi setelah beraksi dalam pencurian kendaraan bermotor. Keduanya mengaku nekat melakukan pencurian tersebut karena terkena PHK dampak Covid-19.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mengatakan, pasutri yang melakukan curanmor tersebut yakni Feri (35) dan Putri (24) tahun.

Keduanya ditangkap Tim Resmob Satreskrim setelah kedapatan mencuri sepeda motor di jalan Dukuh Pilangsari, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat pada 7 Maret 2020 sekitar pukul 01.00 WIB.

“Aksi itu sudah direncanakan keduanya di rumah kontrakan pada 6 Maret 2020 malam,” tandas Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan kepada wartawan, Jumat (3/7/2020).

Menurut AKP Adryansyah, dalam aksinya, mereka mencari sasaran tempat sepi hingga menuju Bayat. Setibanya di jalan Dukuh Pilangsari, mereka melihat sepeda motor Honda Supra X nopol AD 2923 AC yang terparkir dipinggir jalan. Mereka lantas berbagi tugas, suaminya sebagai eksekutor sedangkan istrinya berjaga di sekitar lokasi.

“Memang sudah mengintai tempat sasaran, setelah aman suami yang merusak kunci motornya lalu di bawa kabur,” ungkapnya.

Dikatakannya, atas kejadian tersebut pemilik sepeda motor langsung melapor ke pihak polisi dan  kemudian dilakukan penyelidikan. Dari hasil rekaman CCTV, pelaku ternyata buronan dengan kasus yang sama dibeberapa lokasi sebelumnya. Keduanya ditangkap di wilayah Kecamatan Ceper pada 19 Juni 2020 lalu.

“Dari rekaman CCTV bahwa pelakunya sama dibeberapa TKP lainnya. Seperti di rumah sakit dan tempat lain,” ungkapnya.

Sementara itu pelaku curanmor, Fery mengatakan, ia bersama istrinya sudah beraksi sebanyak 10 kali dan nekat mencuri karena terkena PHK dampak Covid-19 dan faktor ekonomi.

Hasil dari kejahatan dijual dan digunakan untuk membayar biaya kontrakan serta untuk mencukupi kebutuhan sehari- harinya. Dari 10 sepeda motor hasil curiannya, delapan di antaranya sudah laku terjual,” pungkas AKP Adryansyah.

Atas perbuatannya, kini pasutri tersebut diamankan di Polres Klaten beserta barang bukti yakni sepeda motor, satu buah kunci leter Y yang terbuat dari besi, BPKB dan STNK.

Mereka dikenai Pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian Dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (ril/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00