BNNK Sleman Berupaya Wujudkan Kotan

BNNK Sleman menggelar acara diseminasi informasi, Kamis (4/8/2022) siang, di Atrium Hotel, Sleman.

KBRN, Yogyakarta: Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman terus melakukan diseminasi informasi secara masif terkait Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Salah satu kegiatan yang dilakukan lewat pengembangan kapasitas pada lembaga adat dan komunikasi berbasis kearifan lokal dalam mewujudkan kabupaten/kota tanggap ancaman narkoba. 

Kegiatan ini dihadiri 20 orang perwakilan dari Paguyuban Rois dan Paguyuban Desa Budaya yang berasal dari Kalurahan Wedomartani. Desa atau Kalurahan Wedomartani sendiri telah dikukuhkan sebagai Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di Kabupaten Sleman. 

AKBP Siti Alfiah, SPsi, SH, MH, selaku Kepala BNNK Sleman menuturkan ancaman dan bahaya narkoba semakin hari semakin meningkat. Terlebih lagi dengan banyaknya jenis narkoba baru yang beberapa di antaranya sudah masuk ke Tanah Air.

"Oleh karena itu, kita butuh strategi pemberdayaan masyarakat dalam upaya P4GN berkelanjutan untuk mewujudkan program Kabupaten/kota Tanggap Ancaman Narkoba atau Kotan," ujar Alfiah.

Siti Alfiah menambahkan, sebagai daerah dengan potensi ekonomi dan pariwisata yang besar, ancaman narkoba di Sleman cukup tinggi. Selain itu, keberadaan ratusan perguruan tinggi juga meningkatkan potensi penyalahgunaan narkoba.

"Ancaman narkoba yang ada harus kita tekan sedini mungkin. Sebab itu, kami bersinergi dengan banyak pihak," kata Siti Alfiah, Kamis (4/8/2022) siang, pada acara tersebut.

Kegiatan diseminasi informasi dan sosialisasi P4GN juga mengundang Mujiburrohman, selaku Kamituwo Kalurahan Wedomartani yang membawakan materi tentang kebijakan dan implementasi Kalurahan Wedomartani untuk mendukung program Desa Bersinar dalam mewujudkan Kotan.

Selain itu, ada Gatot Sugiharto, SH, MH dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang mengisi materi tentang motivasi lembaga adat dan komunikasi berbasis kearifan lokal dalam P4GN. Dan terakhir ada Bro Eko Prasetyo dari Jogja Care House yang membawakan materi tentang konseling, adiksi dasar dan rehabilitasi. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar