Pelaku Penganiayaan Berantai Berhasil Dibekuk Polresta Yogyakarta

Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap kasus penganiayaan berantai yang melibatkan tiga orang tersangka. Jumpa pers digelar, Senin (8/8/2022) siang, di Mapolresta, Yogyakarta. (rosihan anwar/rri.co.id)

KBRN, Yogyakarta: Setelah mempelajari sejumlah bukti dan rekaman kamera pengawas atau CCTV, Polresta Yogyakarta berhasil menangkap tiga orang tersangka pelaku penganiayaan yang melakukan aksinya, Selasa (2/8/2022) pagi, sekitar pukul 05:00 WIB.

“Ada tiga laporan polisi, yang pertama TKP di Jalan Sultan Agung, kemudian TKP di Jalan Rejowinangun, Kotagede, dan yang ketiga di Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Yogyakarta,” ujar Kapolresta Yogyakarta Kombes Polisi Idham Mahdi.

Berbicara kepada awak media, Senin (8/8/2022) siang, Kapolresta menuturkan, ada dua orang pelaku utama yaitu P alias Bowo dan RNA alias Ambon yang merupakan alumni sebuah SMA swasta di Yogyakarta. Mereka melakukan aksi pembacokan di tiga tempat sekaligus yaitu di Jalan Sultan Agung, Jalan Rejowinangun dan di Jalan Kenari yang berdekatan dengan Stadion Mandala Krida.

“Pada saat itu, pelaku bertemu dengan seseorang dan terjadi cekcok mulut, kemudian terjadi penganiayaan dengan senjata tajam berjenis clurit. Pelaku langsung lari ke arah timur, dan pelaku bertemu juga dengan pengendara lainnya, dan kemudian pelaku mengejar korban serta melakukan penganiayaan yang kedua dan mengenai bagian tangan,” ujarnya.

Tak puas beraksi di dua tempat, P dan RNA, masih berputar-putar di Kota Yogyakarta untuk mencari mangsa. Korban ketiga ditemui pelaku ketika berada di Jalan Rejowinangun yang berdekatan dengan sebuah sekolah swasta.

“Tepatnya di depan SMA IT Abu Bakar Ali, pelaku mengejar dan melakukan penganiayaan dengan senjata tajam jenis clurit. Jadi dalam satu waktu, pelaku melakukan penganiayaan di tiga TKP dengan menggunakan sepeda motor,” tutur Kapolresta Yogyakarta yang terbilang baru itu.

Beberapa orang korban penganiyaaan dua pelaku P dan RNA sempat mendapat perawatan medis akibat luka yang dialaminya. Polisi pun kemudian melacak kedua tersangka tersebut dari bukti yang dikumpulkan.

“Kami menangkap dua orang, yang pertama P alias B yang merupakan warga Wirogunan, Mergangsan, umurnya 21 tahun, yang berperan sebagai joki atau pengendara sepeda motor. Tersangka yang kedua adalah RNA alias Ambon, yang beralamat di Jalan Pujokusuman, Mergangsan. Di situ perannya RNA adalah sebagai eksekutor dan senjata yang digunakan adalah clurit,” papar Idham.

Ditembak petugas

Tak hanya berhasil mengamankan kedua pelaku, aparat juga berhasil menangkap satu tersangka lainnya MAS alias Pesek yang menyediakan senjata tajam bagi kedua pelaku.

“Termyata motor tersebut milik tersangka ketiga adalah MAS alias Pesek, yang beralamat di Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Di situ perannya adalah memberikan sarana (motor) dan memberikan senjata tajam,” ungkap Kapolresta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Kompol Andhyka Donny Hermawan menyebutkan, jajarannya terpaksa melumpuhkan satu orang tersangka yaitu RNA yang berniat kabur dan melawan petugas Ketika dilakukan penangkapan. RNA ditembak petugas pada kaki kanannya ketika hendak melarikan diri.

“Ya yang bersangkutan melawan petugas, intinya itu saja,” tutur dia.

Aparat Polresta Yogyakarta menjerat ketiga pelaku dengan pasal 170 KUHP  juncto pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara plus UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Tersangka P sendiri berusia 21 tahun, namun masih berstatus pelajar sebuah SMA. Sedangkan RNA dan MAS yang berusia 18 tahun masih berstatu pengangguran. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar