Kantongi Sejumlah Nama, Publik Diminta Percaya Aparat Mampu Tangani Kasus Babarsari

KBRN, Yogyakarta: Pasca insiden kerusuhan yang melibatkan kelompok etnis tertentu di Babarsari, Sleman, Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yuliyanto menegaskan aparat penegak hukum akan bertindak tegas sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. 

Kepada awak media, Selasa (5/7/2022) siang, Yuliyanto menuturkan, pihaknya telah mengantongi sejumlah nama yang menjadi dalang kericuhan di sebuah tempat hiburan pada Sabtu (2/7/2022) dini hari.

"Untuk siapa-siapa (yang akan menjadi tersangka, red) akan kita dalami terlebih dahulu, tapi yang pasti sudah ada beberapa nama. Nanti saya cek dulu ya," katanya.

Kabid Humas meminta publik dan kelompok yang sempat terlibat konflik untuk menahan diri agar situasi tetap kondusif. 

"Saya ingin menyampaikan kepada semua pihak agar mempercayakan kepada pihak Polda DIY dan Polres Sleman untuk memproses para pelaku kasus ini sesuai dengan hukum. Sehingga semua pihak harus bisa menahan diri, semua pihak mengendalikan dirinya, supaya tidak ada peristiwa pidana lagi," paparnya.

Bisa bertambah 

Kombes Polisi Yuliyanto menuturkan, polisi telah melakukan olah TKP di tiga lokasi berbeda. Sedangkan kerugian masih dapat terus bertambah. 

"Yang di peristiwa MG ada tiga orang, yang dari pihak L. Lalu dari pihak K belum ada laporan. Kemudian di Jambusari ada tiga orang yang mengalami luka-luka, dan hari ini belum ada laporan yang masuk," jelasnya. 

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan siapapun yang berbuat keributan dan melanggar hukum harus ditindak. Aparat diminta mengambil Tindakan tegas demi menjaga situasi kamtimbmas di Yogyakarta agar tetap kondusif. 

"Ya sudah, tindak saja bagi mereka yang melanggar pidana. Silakan tegakkan hukum karena terjadi pelanggaran. Karena masyarakat kita tidak mengenal kekerasan fisik seperti itu," paparnya.

Insiden kerusuhan yang berawal dari sebuah tempat hiburan malam di Babarsari pada Sabtu dini hari, merembet hingga terjadi kerusuhan antar kelompok yang menyebabkan sejumlah kios dan kendaraan bermotor dirusak. 

Proses mediasi telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tokoh masyarakat yang ada. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar