Residivis Edarkan Sabu Sembari Jualan Pecel Lele

KBRN, Yogyakarta: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY kembali berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkoba. Kali ini, dua tersangka diamankan, Jumat (28/1/2022) malam, di Nanggulan, Kulon Progo. 

Kepala BNNP DIY Brigjen Polisi Andi Fairan kepada awak media, Sabtu (29/1/2022) siang, menyebutkan, kedua tersangka berinisial FR dan RS ditangkap berawal informasi intelijen tentang transaksi narkoba yang melibatkan pelaku yang pernah mendekam di penjara. 

"Petugas kami mendapatkan informasi bahwa Pelaku 1 (FR) diduga sebagai pengendali mengedarkan narkotika jenis sabu, dengan berjualan pecel lele untuk mengelabui petugas, dan pelaku 2 (RS) berperan sebagai kurir," kata dia. 

FR memang telah lama keluar dari penjara. Tersangka berusia 43 tahun itu berwirausaha warung pecel lele selepas menghirup udara bebas. Sedangkan, RS yang menjadi kurir juga pernah mendekam di balik jeruji penjara karena kasus narkoba. 

Brigjen Polisi Andi Fairan menyebutkan, petugas telah mengamati gerak-gerik kedua tersangka sejak lama. Termasuk dugaan, pelaku kembali bertransaksi narkoba. 

"Pada saat petugas melakukan undercover terhadap target pada Jumat tanggal 28 Januari 2022 sekitar pukul 20:30 WIB bertempat di warung pecel lele Jalan Pengasih-Nanggulan, Dusun Sadang, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, petugas BNNP berhasil mengamankan pelaku 1 (FR) yang pada saat itu sedang berjualan," kata Andi. 

Proses penangkapan juga disaksikan tokoh masyarakat setempat melakukan penggeledahan badan berhasil mendapati pelaku 1 (FR) diduga telah mengendalikan peredaran gelap narkotika jenis sabu. 

13 paket sabu

Eks Dirresnarkoba Polda DIY itu juga mendapat barang bukti berupa handphone miliknya. Selang beberapa saat kemudian, sekitar pukul 21:30 WIB bertempat di Dusun Bandung, RT 28/RW 10 Desa Donomulyo, Nanggulan, Kulon Progo, petugas mengembangkan penyelidikan serta berhasil mengamankan pelaku 2 (RS) di rumahnya. 

Dari kediaman tersangka berumur 29 tahun itu berhasil ditemukan barang bukti berupa 13 paket narkotika jenis sabu seberat 56,04 gram, timbangan digital dan sejumlah plastik kemasan. 

"Fakta berdasarkan hasil interogasi kami, pelaku 1 (FR) mengaku telah mengedarkan paket narkotika jenis sabu sejak di dalam Lapas sekitar 10 tahun lalu dan mulai kembali awal tahun 2021 dengan mengajak Pelaku 2 (RS) sebagai kurir," paparnya. 

Hingga Jawa Tengah 

Andi Fairan menerangkan, FR memperoleh paket sabu dari wilayah Jakarta. Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman milik PT KAI dan pelaku 1 (FR) selaku pengendali menyuruh pelaku 2 (RS) untuk menerima dan memecah paket tersebut. 

Paket yang diterima dengan kisaran 50-100 gram, kemudian dipecah dalam kemasan 5 gram. FR lantas mengedarkan paket sabu tersebut ke wilayah DIY dan juga sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Magelang, Temanggung dan Purworejo. 

"Caranya, dengan cara pelaku 2 (RS) sebagai kurir yang menyerahkan atau meletakkan ke suatu tempat di sekitar wilayah perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah," tuturnya. 

Kepala BNNP DIY menambahkan, kedua tersangka dijerat pasal 132 ayat 1 juncto pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal penjara 20 tahun dan pidana denda maksimal Rp 10 miliar. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar