Minim Bukti, Kasus Paket Sabu ke LPP Yogyakarta Dihentikan

KBRN, Gunungkidul: Kasus urine positif dan juga kiriman paket sabu ke Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIB Yogyakarta dihentikan, karena minim bukti. 

Kepala Satuan Res Narkoba Polres Gunungkidul, AKP Dwi Astuti Handayani menerangkan, upaya penyelidikan sudah dilakukan. Bahkan ia sempat memerintah anggotanya untuk melakukan penyelidikan ke jasa ekspedisi asal di Semarang. 

"Barang buktinya sangat minim, sampai sana tempat pengirimannya hanya satu kios kecil tidak ada CCTV, alamat pengirimnya pun fiktif," kata Astuti, Jumat (28/1/2022). 

Astuti menambahkan, paket yang dikirimkan pun tidak terbukti secara kuat bahwa memang dikirimkan untuk salah satu warga binaan di LPP. Pihaknya pun juga sudah melakukan penggeledahan terhada kamar warga binaan. Namun tidak ditemukan suatu apapun. 

"Tapi memang benar paket itu berisi sabu, menurut hasil lab. Ada 4 paket masing-masing beratnya 0,7 gram," ungkapnya. 

Kepala LPP Kelas IIB Yogyakarta, Ade Agustina mengatakan 3 dari 4 warga binaan tersebut merupakan pelaku terkait kasus narkoba. Adapun keempatnya disebut memiliki hubungan pertemanan yang dekat. 

"Seluruhnya merupakan warga binaan pindahan dari luar," tandas Ade.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar