Satgas Mafia Pupuk Kejati DIY Tancap Gas Awasi Kecurangan

KBRN, Yogyakarta: Pasca Jaksa Agung ST Burhanuddin memerintahkan para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di seluruh Indonesia meneliti rantai pasok pupuk bersubsidi, Kejati DIY langsung merespons dengan melakukan pemantauan. 

Plt Kajati DIY, Dr Rudy Margono, kepada awak media, Rabu (26/1/2022) siang menuturkan, pengawasan dilakukan untuk memastikan apakah di wilayah hukumnya terdapat praktik kecurangan terkait pupuk bersubsidi. 

"Kami berupaya memberi perlindungan kepada petani dengan adanya mafia pupuk menyulitkan para petani, karena petani butuh keberadaan pupuk untuk bercocok tanam," ujarnya.

Menindaklanjuti arahan Jaksa Agung tersebut, Plt Kajati DIY menindaklanjuti dengan membentuk satgas mafia pupuk. 

"Kami akan jalankan instruksi Jaksa Agung tersebut, sekali lagi sebagai bentuk perlindungan dan keberpihakan terhadap petani," terangnya. 

Pantau ketersediaan 

Sementara itu, Asisten Intelijen Dede Sutisna, SH MH mengatakan, satgas yang dibentuk serius untuk memberantas mafia pupuk. 

“Pembentukan satgas ini tujuannya mulia, seperti yang telah diungkapkan Pak Kajati, yakni keberpihakan pemerintah terhadap rakyat atau petani, khususnya di Yogyakarta,“ tutur Dede. 

Langkah awal Satgas Mafia Pupuk Kejati DIY yang dipimpin Asintel adalah melakukan sidak bersama-sama dengan Dinas Pertanian DIY. Agenda sidak di antaranya menyasar gudang pupuk utama di Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, dilanjutkan ke gudang pupuk di Kabupaten Kulon Progo. 

"Pengawasan atau sidak ini juga Kami lakukan dalam rangka pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) dan puldata (pengumpulan data) terkait data pupuk khususnya pupuk yg bersubsidi di Provinsi DIY," ujar Asintel. 

Dede Sutisna menambahkan, ada beberapa data yang dikumpulkan dari sidak ke sejumlah gudang pupuk utama di Yogyakarta. 

"Lewat kegiatan ini, satgas ingin mengetahui berapa banyak jatah pupuk khususnya yg bersubsidi untuk Provinsi DIY? Apakah pendistribusiannya sudah tepat waktu dan tepat sasaran? Setelah itu kita monitoring terkait pendistribusian ke kabupaten-kabupaten di seluruh DIY," terangnya. 

Uji petik

Asintel melanjutkan, satgas juga akan melakukan uji petik dengan mengambil sampel dari beberapa gudang penyimpanan pupuk yang ada. 

"Pokoknya nanti kita lakukan uji petik untuk mengetahui apakah ada permasalahan, kalau memang ada bisa dilihat permasalahan tersebut terjadi di mana. Kita gandeng dinas terkait untuk mencari solusi tersebut, tetap dengan mengedepankan pencegahan.Adapun harapannya dengan adanya pendistribusian pupuk yang baik tentunya dapat menjaga ketahanan pangan di DIY," tandasnya. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar