Video Syur Tersebar, Polisi Amankan Satu Pelaku

KBRN, Gunungkidul: Warga net Kabupaten Gunungkidul dihebohkan dengan video asusila yang mengarah pada pencabulan. Video ini beredar luas melalui pesan berantai aplikasi WhatsApp, belum lama ini. 

Dalam video tersebut pemeran laki-laki berusia 21 tahun terlihat memaksa perempuan yang masih berusia 14 tahun untuk melalukan oral sex. Adapun video tersebut berdurasi kurang lebih 5 menit. Tidak hanya menyebar di sekitar lokasi tempat tinggal korban, video tersebut juga menyebar di kapanewon lain di Gunungkidul. 

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riyan Permana Putra mengatakan, kasus penyebaran video asusila ini bermula saat ia menerima laporan dari masyarakat. Dari laporan tersebut, pihaknya kemudian melalukan penyelidikan. 

"Dari lidik yang kami laksanakan kami menemukan korban dan pelaku," ujar Riyan, Selasa (25/1/2022). 

Riyan menambahkan, adapun pelaku sendiri merypakan remaja dengan inisial MS (21) dan TE (14). Adapun TE merupakan pelajar yang masih di bawah umur dan masih duduk di bangku SMP. 

"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, dan dilakukan penahanan. Kami juga  melakukan pemeriksaan kesehatannya," kata Riyan. 

Untuk korban sendiri, lanjutnya, ditangani sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dan juga diberikan pendampingan karena korban masih di bawah umur. 

"Selain itu, juga diberikan terapi psikologis terhadap korban," terangnya. 

Tujuan pelaku memvideokan tindak asusila tersebut dengan maksud akan ditunjukan kepada teman-temannya. Namun demikian video pasangan kekasih ini malah tersebar di group WhatsApp orang dewasa. 

"Yang merekam dan menyebarkan adalah pelaku sendiri, pertama kali videonya menyebar di wilayah Kapanewon Playen," beber dia. 

Pelaku dikenakan pasal berlapis, yakni terkait perlindungan anak, melanggar UU RI No.23 tahun 2002. Kemudian terkait pornografi UU RI No.44 tahun 2008, dan terkait ITE penyebaran video porno arau asusila,  UU RI No. 11 tahun 2008. Atas perbuatannya pelaku diancam hukuman di atas 10 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar