Diduga Edarkan ke Pelaku Klitih, Aparat Bekuk Pengedar Ribuan Pil Koplo

KBRN, Yogyakarta: Pengedar pil koplo jenis pil Yarindo yang meresahkan publik berhasil dibekuk aparat kepolisian Polresta Yogyakarta. 

Dalam sesi jumpa pers, Kamis (20/1/2022) siang, jajaran Satres Narkoba Polresta Yogyakarta berhasil menangkap dua tersangka utama berinisial AEB dan YBA yang keduanya sama-sama berusia 21 tahun. 

Kasatres Narkoba Polresta Yogyakarta, Kompol Deni Irwansyah kepada media mengatakan, dua tersangka ditangkap dengan barang bukti total 24.000 pil Yarindo atau yang juga populer dengan sebutan pil sapi itu. 

Selama ini, kedua tersangka menyasar kalangan pelajar sebagai konsumen mereka. Pil pun dijual dengan harga yang relatif terjangkau. 

"Jadi sasaran mereka adalah pelajar. Para pelaku ini sudah dewasa tapi memang para pembelinya merupakan pelajar," ujar Kasatres Narkoba di Mapolresta. 

Deni Irwansyah menerangkan tersangka AEB ditangkap pada Kamis, 6 Januari 2022, sekitar pukul 18:30 WIB di kediamannya di wilayah Gamping, Sleman.Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan 8.000 pil Yarindo yang dikemas dalam delapan buah toples. 

Picu klitih 

Setelah dilakukan interograsi, AEB mengaku membeli pil dari tersangka YBA yang berdomisili di Jawa Timur. Kemudian petugas melakukan pengejaran dan pengembangan kasus, Selasa (11/1/2022) siang, sekitar pukul 11:40 WIB di Malang, Jawa Timur. Polisi menemukan 16.000 pil Yarindo dari kediaman YBA. 

"Total barang bukti ada 24.000 pil Yarindo berwarna putih yang berhasil kami sita," sebut Deni. 

Diduga kuat, pil koplo jenis Yarindo yang dijual pelaku, juga digunakan oleh oknum pelajar atau pemuda yang kerap terlibat aksi kejahatan jalanan alias klitih

"Kita masih dalami, karena di Jogja, kejahatan (klitih) kembali marak. Kita berantas peredaran pil ini karena untuk menekan itu (klitih) juga," ungkapnya. 

Menariknya dari pengakuan tersangka, keduanya bertransaksi secara tatap muka. Pengiriman barang pun tak menggunakan jasa ekspedisi agar menghindari terungkap oleh aparat. 

"Jadi pelaku ini saling bertemu, selanjutnya transaksi dilakukan secara tatap muka, dan barang ini dibawa ke Yogyakarta oleh tersangka AEB," tandasnya. (ros/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar