Nuthuk Parkir Rp350 ribu Berbuntut Panjang

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi

KBRN, Yogyakarta : Dugaan kasus 'nuthuk' atau menaikkan harga di luar kewajaran tarif parkir sebesar Rp350 ribu berbuntut panjang. Selain dipandang ada unsur penipuan Pemerintah Kota Yogyakarta juga memandang ada pelanggaran aturan PPKM.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, tengah dilakukan pendalaman terkait informasi dugaan kasus nuthuk yang sempat viral dan menjadi perbincangan di media sosial.

Menurutnya, ada dugaan pelanggaran aturan protokol kesehatan masuk ke Kota Yogyakarta bagi angkutan umum yang diwajibkan melalui terminal Giwangan untuk dilakukan skrining kesehatan melalui skema One Gate System atau satu pintu.

"Kalau dia mematuhi aturan orang datang ke Jogja dia masuk ke terminal Giwangan kita cek, apakah penumpangnya, wisatawannya itu sudah sehat atau tidak. Yang kedua begitu keluar dari terminal Giwangan dia akan mendapatkan tiket ke tempat parkir yang resmi, yang tidak mungkin ada tarif yang sebesar itu. Karena kalau tarif resmi sampai ada yang nuthuk seperti itu, otomatis langsung kita cabut dan segera kita minta pindah dari sana," ungkapnya, Kamis (20/1/2022).

Menurutnya, dugaan itu muncul mengingat bus dan rombongan parkir di tempat parkir yang tidak memiliki izin. Bahkan diungkapkan Heroe, juga dilakukan pendalaman dugaan mark up yang dilakukan melalui bukti kwitansi yang diunggah dalam media sosial.

"Tapi ini masih kita dalami, apakah informasi ini benar. Karen kalo kita menilik dari kasus-kasus sebelumnya, ternyata ada juga yang meminta itu kru bus atau pimpinan rombongan untuk dikasih kwitansi dengan angka yang lebih besar. Motifnya apa? Ya pasti golek bathi," jelasnya.

Lebih lanjut, Heroe menyebutkan, muncul dugaan motivasi legitimasi dari unggahan kasus tersebut di media sosial, bahkan ada dugaan untuk menjelekkan nama Yogyakarta dari dugaan kasus nuthuk tersebut.

Dari informasi yang didapatkan, Pemkot Yogyakarta tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk melakukan tidak lanjut dan diproses secara hukum, dengan dugaan kasus penipuan dari dugaan mark up yang terjadi, maupun dugaan laporan palsu yang diunggah di media sosial sehingga melanggar UU ITE, dan dugaan pemerasan jika hal tersebut dilakukan juru parkir, termasuk dugaan pelanggaran peraturan-peraturan lain seperti pelanggaran aturan PPKM di Kota Yogyakarta.

"Ini sedang kita dalami, siapa? bagaimana? apa motifnya, ini sedang kita dalami," tegasnya.

Heroe Poerwadi kembali menegaskan, aturan satu pintu masuk di terminal Giwangan dipastikan mendapatkan tempat parkir, bahkan pelaku usaha di kawasan Malioboro pun dipastikan tidak berani main-main dengan harga produk yang dijualnya kepada para pengunjung.

"Taatilah, kalau datang ke Jogja masuklah ke terminal Giwangan nanti kami akan memberikan tempat parkir resmi. Tapi kalau anda masuk ke Jogja tidak melalui terminal Giwangan dan kemudian masuk ke tempat parkir-parkir liar, kalau ada sesuatu yang terjadi seperti dugaan tersebut. Banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar