Kejati DIY Sukses Selamatkan Aset Pemda Senilai Rp 6,7 Miliar

KBRN, Yogyakarta: Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY berhasil menyelamatkan dan mengembalikan aset negara, yaitu milik Pemda DIY.

Penyelamatan itu dilakukan lewat eksekusi sebidang tanah plus rumah yang berlangsung, Senin (17/1/2022) siang, tepat di Jalan Tunjung Nomor 2, Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Novika Rauf, selaku Asiten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati DIY yang mewakili Kepala Kejati menyatakan eksekusi dengan tindakan penyitaan aset tersebut merupakan tugas Kejati sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN).

JPN bidang perdata dan tata usaha negara melakukan pendampingan hukum lewat eksekusi yang dilakukan atas permintaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DIY.

”Kami memang secara khusus diminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi DIY untuk menyelamatkan aset berupa rumah di Jalan Tunjung Nomor 2 Yogyakarta yang telah ditempati oleh saudara Setyo Nusantoro, SE dan saudara Setyo Agus Samapto, SH yang dulunya merupakan rumah dinas orang tuanya yang sudah lama meninggal,” katanya kepada media.

Setelah JPN mendapat Surat Perintah dari Plt Kepala Kejaksaan Tinggi DIY Nomor : PRINT- 16/ M.4/ Gph.2/ 01/ 2022 perihal pendampingan hukum (legal assistance) atas dasar permohonan pendampingan terhadap perkara perdata barang milik daerah dan milik pemerintah daerah DIY , JPN langsung bergerak cepat melakukan pendekatan terhadap yang bersangkutan untuk segera mengosongkan aset milik Pemda yang bernilai sekitar Rp6,7 miliar tersebut.

“Kita melakukan pendekatan secara humanis kepada yang bersangkutan. Alhamdulilah yang bersangkutan memenuhi janjinya dengan suka rela mengosongkan rumah dibantu Satpol PP Provinsi DIY,” ujar Asdatun, Novika Rauf.

Lebih lanjut Novika Ra’uf mengatakan sebagai JPN, Kejati DIY siap apabila kembali diminta membantu Pemda DIY untuk menyelamatkan aset-aset daerah yang dikuasai oleh pihak ketiga.

Sementara itu, Plt Kajati DIY Dr Rudi Margono, SH MHum mengaku bersyukur atas lancarnya proses eksekusi yang dilakukan. Pendekatan persuasif yang dilakukan pun dapat mencegah potensi keributan ketika penyitaan dilakukan.

Alhamdulilah, setelah dilakukan sosialisasi oleh Asisten Bidang Datun kepada yang bersangkutan yang berjanji untuk mengosongkan rumah tersebut pada hari ini, Senin tanggal 17 Januari 2022 sebagaimana surat pernyataan yang bersangkutan tertanggal 10 Januari 2022,” jelasnya. (ros) .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar