Babak Baru Korupsi Dana Desa Getas, Tersangka DH Mulai Jalani Sidang

KBRN, Gunungkidul: Kasus dugaan korupsi dana senilai Rp600 juta di dua tahun aggaran dana desa Kalurahan Getas terus bergulir. Saat ini tersangka yang merupakan pamong kalurahan, DH setiap hari Kamis menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Yogyakarta. 

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Ismaya mengatakan, adapun DH sendiro sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun anggaran 2019 hingga 2020. 

"Penetapan tersangka sudah sejak 25 Okober 2021," ujar Ismaya, Sabtu (15/1/2022). 

Ismaya mengatakan, awalnya DH berstatus menjadi saksi. Namun berdasarkan penyidikan statusnya naik menjadi tersangka. Dalam pemeriksaan dan bukti-bukti yang ada serta ditambah dengan keterangan yang bersangkutan semakin menguatkan jika DH terlibat dalam korupsi tersebut. 

"DH terlibat tindak korupsi dana desa Kalurahan Getas. Dengan kerugian negara hitungan penyidik Pidsus sebesar Rp600 juta lebih. Saat ini tersangka memang baru satu orang yaitu DH," papar Ismaya. 

Namun begitu, Ismaya tidak menampik kemungkinan potensi tersangka lain pada kasus dugaan korupsi tersebut. Menurutnya, penambahan tersangka bisa saja terjadi karena saat ini proses masih terus berlangsung. 

"Saksi pamong Kalurahan terus dimintai keterangan, jika nantinya sudah jelas maka akan segera dilakukan penetapan tersangka lainnya," jelas dia. 

Saat ini, tersangka mereka kenakan pasal 55 artinya membantu sehingga kemungkinan tersangka lain bisa terjadi. Kasus korupsi tidak mungkin hanya satu orang. Sembari pemeriksaan ini prosesnya terus berjalan, kasus ini memang mulai disidangkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar