Ibu dari Anak yang Jual Perabotan di Bantul Mencabut Laporannya

KBRN, Bantul : Paliyem, warga Pundong, Bantul yang melaporkan anaknya karena menjual perabotan dan genting rumah resmi mencabut laporannya. Ditemui di Kejaksaan Negeri Bantul, Paliyem mengaku tidak ingin memperpanjang kasus ini, mengingat DRS merupakan anak satu-satunya.

“Masa depannya gimana kalau ngga saya cabut? Rumah sudah rapat sudah ada yang bantu dari Pak Lurah, dari swalayan itu juga, tempat tidur juga dikasih sama Pak Bupati, perabotan juga, sudah kembali. Saya sudah tempati,” jelasnya ketika ditemui di sela-sela pencabutan berkas pada Senin (10/1/2022).

Paliyem pun berharap agar ke depan putra semata wayangnya itu bisa menjadi anak yang baik dan berbakti tidak hanya pada orang tua tetapi juga masyarakat. Sementara terkait sosok wanita yang menjadi kekasih anaknya, Paliyem mengaku masih sering dihubungi. Namun, ia enggan berkomunikasi dengan wanita yang dikabarkan tinggal di Ngawi, Jawa Timur itu.

Sementara DRS mengaku tidak lagi berhubungan dengan wanita yang dikenalnya di kota Yogyakarta itu. Ia putus hubungan sejak masuk ke penjara karena laporan ibunya beberapa waktu lalu. DRS juga berharap kehidupannya kedepan bisa lebih baik, karena sejak awal tahun kemarin ia sudah bekerja di sebuah toko sepatu di Magelang.

“Berharap bisa lebih baik kedepannya ngga berani sama orang tua. Sudah bekerja di toko sepatu di Magelang,” kata DRS.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Bantul, Suwandi mengatakan usai pencabutan laporan ini pihaknya akan mengajukan ke Kejaksaan Agung untuk mendapatkan izin menghentikan kasus ini. Sesuai tahapan, selambat-lambatnya dalam 14 hari kasus ini bisa dihentikan dan tidak dilanjutkan ke persidangan.

“Makanya kami kejar secepat mungkin kelengkapan itu yang harus kami penuhi. Seperti surat pernyataan, resume rapat, dukungan dari keluarga, tokoh masyarakat terkait dengan tingkah laku pelaku dan harapan orang tua atau korban dan kerugiaanya apa, perbuatannya gimana, modusnya,” jelas Suwandi.

Sebelumnya DRS diadukan oleh ibunya, Paliyem karena menjual perabotan rumah. Mulai dari almari, pintu, hingga genting rumahnya habis dijual. DRS mengaku menjual seluruh barang-barang itu untuk bersenang-senang dengan kekasihnya yang berasal dari Ngawi. (dev).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar